22.12.09
untuk yang ke-71
dan sudah melewati angka keramat.
makasih atas stmj nya setiap pagi ya...
papap yang gak pernah marahin anaknya.
papap yang selalu tersenyum.
papap yang selalu menyimpan emosi dengan diam.
papap yang selalu berusaha keras membahagiakan keluarganya.
papap dengan humornya yang selalu bikin anak-anaknya tertawa.
papap yang sampai detik ini selalu bekerja keras untuk menghidupi keluarga.
papap yang percaya sama apa-apa yang dijalankan anaknya.
papap yang selalu mengalah.
papap yang kuat dan hebat.
selamat hari ibu dan ayah nomor satu sedunia.
saya masih membutuhkanmu.
#sayangpapap#
Permohonan Padang Semesta
Kaki gadis kecil gemetaran… tak kuat menopang tubuhnya yang mulai berontak. Tangannya mencengkeram bagian dada baju bocah semesta. Kepalanya tertunduk menyembunyikan air yang keluar dari pelupuk matanya.
“kamu kejam…” geram gadis kecil. “kejam sebesar semesta…” suaranya tergetar. Lirih. Tanda ia kelelahan.
Bocah semesta hanya terdiam dan memandang tubuh gadis kecil yang tergetar.
“kamu jahaaaat…” gadis kecil itu mulai merengek dan berteriak tangannya masih mencengkeram. Kepalanya jatuh bersandar pada dada bocah semesta itu… tangannya masih mencengkeram bajunya yang mulai basah dan kusut.
“maafkan aku gadis kecil…” sahut si bocah.
“huuuhuuuhuu…a-a-aku pikir… huks, kaamuu tidak sama dengan anak-anak laiiin, huks, aku pikir mimpiku d-dan kamu samaa, huks, a-aku pikir kita akan bersama-samaaa… huks, aku pikir, kamu tidak akan meninggalkanku seperti mereka…” gadis kecil itu merengek. Air mata yang mengalir merembes pada baju bocah semesta.
“tidak bisa seperti itu terus gadis kecil… “
“aku sediiihh,,,kita tidak bisa terus mendengar obrolan pohon setiap pagi bersama… kita tidak bisa terus bernyanyi dan berdongeng setiap malam. Kita tidak bisa terus menikmati bunyi jangkrik bersama-sama lagi…”
“kamu bisa menikmatinya tanpaku, gadis kecil…”
“ta-tapi itu tidak akan bisa menjadi indaaaaaahhh… kalau tanpa kamuuu… :(”
“maaf gadis kecil, semesta memanggilku untuk menjaga yang lain… aku harus memastikan bahwa tumbuhnya dapat melewati garis peniruan…”
“kamu akan meninggalkanku disini sendiriaaaannnn… di padang rumput ini… payungku diterbangkan angin tornado yang ditinggalkan naga, topi jeramiku, bolong-bolong dipatuki burung pelatuk… dan aku tidak bisa lagi berteduh di balik tubuhmu… :(”
“jangan menangis gadis kecil, aku tahu kamu pasti kuat… bila aku terus berada disisimu, kamu tidak akan bisa jadi penerusku untuk meraih mimpi… dan aku pasti akan membuatmu selalu bersedih…”
“Huhuhuuuuuuu… Jangan tinggalkan akuuu… aku mohon pada semesta, agar aku dan kamu dapat bersama-sama mewujudkan impian semesta yang hebat... dan menjadi teman bermain sepanjang waktu kita...” isak gadis kecil. Namun, kakinya sudah tak kuat menopang tubuhnya. Hingga akhirnya ia terhempas pada dada bocah semesta dengan pipi yang masih basah dan mata terpejam.
***
Dalam pejam, ingatannya menuju pada sebuah senyum bocah semesta. dan gadis kecil berbisik, "namaku AYAKA".
Karena hanya pada bocah semesta ia mengenalkan namanya.
18.12.09
desiiiwww...
BRAAAAANNNGGGGGKKKRRROMMMPPPYAAAAAAAAAAAAAANNNGGG
srrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrsssssshhhhh....
krikkkk kriiikk krrrriiikkkkkk,,
jegguuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...
pssshhhh...
16.12.09
teka teki takdir
(ini perasaan desperate seorang perempuan yang sudah tingkat akhir dan cintanya bertepuk sebelah tangan)
"tanpa kamu minta juga selalu ibu doakan..."
"doa apa bu?"
"ya, Allah, kabuklkanlah segala cita-cita dan impian anak saya, termasuk pendamping yang kamu dapatkan"
"pendamping yang kayak gimana ya bu?"
"pokoknya mah yang nyaah (sayang), bageur (baik), bener, pinter, yang terakhir, beunghar (kaya)"
"tapi kalo yang terakhir mah bisa ditiadakan, karena bisa dicari dengan kepintaran"
"kalo ditambahin sama "hebat" bu?"
"kamu mau hebat tapi gak bener?"
"ha?maksudnya bu?"
"yaaaa, hebat sih, tapi gak bener, suka selingkuh, ato poligami... itu kan gak bener"
"hmmm..... gak mau sih... (terus saya inget sama satu orang) "
"kamu mau kalo hebat terus bodo??"
"hmmm...... gak... (untuk hebat, harus pintar bu..)"
"kamu mau kalo hebat suka nyiksa??"
"tapi saya pengen tetep ada hebatnya bu... keren.... tapi nyaah... bener... pinter.. ada gak ya bu?"
dan Tuhan memberi saya jawaban, lewat pertemuan saya dengan dia, kemarin pagi...
terima kasih untuk hari yang dahsyat dan menakjubkan, Tuhan :)
dan saya mulai bermain teka-tekinya.
14.12.09
ayo kencangkan sabuk pengaman.
dapatkah mengalihkan diri dari semesta yang begitu luas dan perjalanannya??
wahai tuan pengorbit semesta, dan penjelajah kuantum, jalankan akselerasi cepat untuk semua ini.doakan, bahwa saya akan pulang dengan selamat :)
"mengalihkan diri" dari semesta
mengalihkan diri dari kenangan baik dan kenangan yang pantas untuk dikenang.
bagimu tentu semudah mengalihkan semesta pada perjalanan anak-anaknya yang lain.
"perpisahan yang baik-baik saja" akan sebuah jalan yang sudah berlainan arah.
tentu syair-syair itu memang kau tujukan untuk perjalanan kita.
pandangan dan kepercayaan pada sebuah perjalanan masa lalu.
bagimu itu mungkin sudah menjadi masa lalu dan akan menjadi mati suri.
dan membuatku harus menjadikan hal tersebut menjadi masa lalu juga untuk perjalananku.
tentang semestaku yang sedikit kau usik lewat perjalanan dan obrolan tingkat dewa.
bahwa kita pernah menjadi abadi walaupun sesaat dan meramu karunia sang Pencipta.
andai mengalihkan diri semudah apa yang kamu lakukan atas perjalanan ini.
andai mengalihkan diri dapat sekejap dapat menghapuskan memori-memori yang sudah terpatri.
mungkin aku tidak akan berada disini, di sampingmu, melepaskan lelah dan menuntaskan pekerjaan ini.
andai mengalihkan diri dapat semudah membeli buku baru tanpa harus membuka dan membaca buku lama.
andai mengalihkan diri dapat semudah yang saya kira.
mungkin semua akan baik-baik saja seperti yang kamu perdengarkan pada sebuah lagu.
semestaku dan penghuninya kini sedang menuntut kebebasannya,
demi rasa, hasrat, dan perjalanan baru dengan anak-anaknya yang lain,
saya hanya bisa merenung tentang perubahan cuaca semesta yang begitu cepat,
andai "mengalihkan diri" dapat semudah itu.
tentu aku akan dapat bersembunyi dari lipatan-lipatan semesta yang begitu hebat.
rasa kecewa yang mungkin tak pernah dapat mempengaruhi perjalanan semestamu yang lain.
andai mengalihkan diri dapat semudah itu.
mungkin aku tidak akan pernah merasa bahwa sekarang semesta begitu hampa dan kosong.
jangankan untuk bersembunyi,
memangnya siapa yang mau menemukan tempat persembunyianku?
dan aku tertunduk pada Dia yang selalu menjagaku.
karena telah berpikir seperti ini.
Maaf, Tuhan.
Engkaulah pemilik semestaku,
milikMu kuserahkan padaMu.
semesta dan semua penghuninya.
Tapi jangan biarkan hamba merasa begitu sendiri di semestaMu yang begitu luas ini.
agar hamba tidak cepat rapuh, untuk dapat menyelami dan menemukan hal-hal baru dalam semestaMu.
terima kasih atas penjagaanMu selama ini.

