30.10.10

Problem, apakah kamu itu?


Problem... Apakah seperti main free cell? Pada awalnya menantang, acak-acakan, tidak jelas. Harus disusun satu persatu. Mencari-cari hubungan antara satu kartu dengan kartu lainnya. Susunannya mesti berurutan dari king sampai angka 2. Disusun dengan warna yang saling berlainan. Merah harus menempel pada hitam. Hitam harus menempel pada merah. Tidak boleh sesamanya.

Begitupun dengan hubungan antar makhluk hidup. Kita berlatih mencari solusi yang terbaik. Apabila salah langkah, kita mesti memutar otak kembali. Apabila terlalu jauh melangkah dengan cara yang salah, pilihannya hanya diantara dua: RESIGN atauGAME OVER.

Kalau kita memilih RESIGN, kita harus memulainya dari awal lagi. Begitulah permainan free cell. Namun kadang kita dapat menemukan suatu solusi yang cukup membuat kita kaget sendiri. Dengan berusaha dan berdoa, tiba-tiba secara hebat, kita sudah dapat menyelesaikannya. Sehingga, kartunya pun telah selesai kita susun. Selesai. FINISH.

Dan si komputer akan bertanya lg, "Congragulation,you win! Do you want to play again?"

(sttt... Coba cek tabel statikanya. Berapa kali kita MENANG, KALAH, atau RESIGN?)




29.10.10

Totto-chan dan Kelas Keretanya

Ini dia buku yang saya suka pas jaman-jaman SMA. Saya lupa baca dari mana. Tapi yang jelas, saya baru punya pas kuliahan gitu. Tingkat 3-an kayaknya, karena saat itu saya pamerin ke salah satu sahabat saya.

Buku ini yang membuat saya jadi punya cita-cita pengen punya sebuah sekolah. Buat anak-anak gitu. Karena, Totto-chan, si tokoh buku ini bersekolah di sebuah sekolah yang bikin saya takjub. Totto-chan ini sudah berkali-kali dikeluarin dari sekolah karena tingkahnya yang aneh dan menurut ibu gurunya dia nakal. Mungkin gurunya udah kewalahan sama tingkahnya Totto chan. Salah satu tingkah Totto-chan ini, dia seneng banget main. Main meja, main penghapus, ngobrol sama burung, ngobrol sama pengamen yang lewat di kelasnya. (dan buku ini berdasar kisah nyata, ditulis sama si Totto-chan dewasa)

Dan yang paling buat saya berkesan sama sekolah si Totto-chan ini adalah kelasnya yang berasal dari gerbong kereta. *saya ngebayanginnya aja udah ngerasain asyik banget kayaknya sekolah di sana*. Sampai-sampai saya juga ikutan excited ketika kedatangan gerbong kereta buat kelas baru. Anak-anak, termasuk Totto-chan sampai berkemah cuma buat liat proses pengangkutan gerbongnya. Terus, belum lagi sama pelajaran-pelajarannya. Di sini ada pelajaran "belajar apa yang kamu mau dan suka" trus anak-anaknya ada yang belajar gambar, belajar berhitung, balajar eksperimen. Dan semuanya dilakukan sendiri. Tapi, anak-anak di sana jadi sungguh-sungguh belajarnya.

Kalau makan siang, gurunya bakal nyuruh setiap anak untuk membawa bekal sesuai dengan tema, dan makan di halaman sekolah. *asyikk bangett*. Dan kepala sekolahnya itu keren banget, karena dia sangat menghargai pendapat anak-anak. Bahkan dia nerima Totto-chan untuk sekolah di tempatnya, setelah dia mendengar cerita Totto-chan berjam-jam sampai Totto-chan kehabisan cerita.

Heeuuufff... Pokoknya, kalau saya sekolah di sana, kayaknya saya gak mau lulus-lulus. Hehehehe... abisnya menyenangkan... MAUUU!!

Cuma sedikit *

Harusnya, hari ini saya bekerja. Mengedit, dan mengedit, naskah yang masih mentah. Entah kenapa saya menjadi agak jengkel dengan naskah yang saya baca. *lalu berpikir bahwa penulisnya tidak terbiasa menulis*. Saya berpikir begitu karena naskah yang saya edit itu sangat-sangat tidak enak dibaca. Karena bosan, maka saya lalu berhenti. Berhenti sementara untuk bekerja. *niatnya sih sementara*

Ternyata saya malah tergoda lama. Tergoda sama situs-situs yang muat teman banyak. Saya cek satu persatu. Saya bertemu teman SMA. *bukan bertemu begitu*. Tapi saya hanya lihat-lihat fotonya. Ternyata itu pas jaman-jaman SMA. Dan saya mulai merasa kangen. Kangen sekali. Kangen sama itu jaman SMA. Dan saya merasa bahwa semua itu menjadi berharga.

Saya tergoda yang lain lagi. Seorang sahabat kemarin bercerita, kalau dia sudah punya seseorang. Sebagai sahabat, saya jadi penasaran sama si seseorangnya itu. Dan ternyata di sana, ada sebuah album yang membuat saya terharu. Judulnya "YOU and ME Song". Itu bukan album cinta-cintaan semata. Itu album isinya dia sama seseorangnya, "seseorang" disini berbeda-beda orangnya. Ada dia sama sahabatnya, dia sama temennya, dia sama dosennya, dia sama seseorangnya, dia sama bapaknya, dia sama mantannya, dia sama temennya lagi *ternyata temennya banyak*. Lalu, kenapa saya terharu? itu karena dia ternyata sangat menghargai setiap momen sama seseorangnya. Siapapun itu. Dia tulis di sana tanggal dan tempatnya. Kalau saya ada di salah satu fotonya, saya pasti akan merasa senang sekali. Karena dengan begitu, saya akan diingat dan diabadikan. *saya bukannya berharap diabadikan sama orang ini loh*. Saya cuma ingin kayak gitu juga sama teman-teman saya, sahabat-sahabat saya, saudara-saudara saya juga. Karena saya pikir, momen seperti itu kayaknya akan cepat dilupakan, karena itu harus cepat diabadikan.

Kembali lagi saya tergoda dengan melihat kabar lain. Yakni, "seseorang saya yang tidak menjadi seseorang". Kebetulan dia sudah mempunyai seseorang, sekarang. Dan saya mulai membaca tulisan-tulisan yang diabadikan oleh seseorangnya dari "seseorang saya yang tidak menjadi seseorang" itu. Saya baca tulisan-tulisan dia. Dan hal-hal yang dia tulis itu, cukup banyak mengingatkan saya dengan momen-momen yang saya alami dengan "seseorang saya yang tidak menjadi seseorang". Dan saya kembali terharu. Sangat terharu. Karena ternyata, saya mulai kangen sama momen-momen yang pernah saya alami bersama "seseorang saya yang tidak menjadi seseorang" itu. Dan yang bisa saya ingat saat itu, adalah rasa-rasa senang dan sesal yang terkenang.

Cukup sampai sana saja, di titik sebelum koma yang barusan. Saya harus simpan itu. Simpan dengan erat. Dan saya juga harus segera wudhu. Karena Adzan udah kenceng saya denger.

Udah ya. Ini cuma sedikit... sedikit, teringat :)

20.10.10

Fantasinya, Manjali dan Cakrabirawa

Bukunya Ayu Utami yang kesekian kalinya saya baca, selalu membawa pikiran saya menjelajahi fantasi-fantasi magis.

Ada beberapa hal yang nyangkut-nyangkut di pikiran setelah membaca ini, (selain pasukan Cakrabirawa dan Gerakan 30 September) salah satunya yakni tentang legenda Rama dan Sita (sepakat sama apa yang ditulisnya)

"Mungkin aja Rahwana memang seorang kesatria mencintai dengan tulus dan menjaga kesucian Dewi Sita..."

Setelah Dewi Sita ditahan sama Rahwana selama 12 Tahun, dia masih suci dan lulus Uji Pembakaran bahkan Dewi Sita tetep baik-baik aja (mungkin pas masa ditahan itu, dia malah selalu dirawat dan dikasihi). Kalau dia (Rahwana) memang seperti itu, saya VOTE buat dia deh. hehe...
Ngomong-ngomong ternyata namanya emang Sita (dari bahasa Sanskerta, toh) , kalo di Indonesia, dikenal dengan Shinta (dari Bahasa Jawa)

*kayaknya saya mulai kejebak sama pemikiran buku ini... hmmm... GREAT BOOKS! kamu akan naik tingkat ujian wawasan setelah membaca buku ini. (tapi saya lebih suka sama BILANGAN FU nya, hehe...) dan saya sangat PENASARAN sama tokoh PARANG JATI (yang menawan hati)!


" Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, apakah kita tetap percaya bahwa itu tidak bermakna?"
-Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa-

Chill Girl

Ditemukan Kepribadian WOW kamu
Kamu adalah:
Chill Girl
Ini adalah motif Chill Girl kamu.
Hey hey, bagi kamu hidup itu sederhana dan santai. Kamu ngga akan meributkan yang kecil-kecil dan heran kenapa orang menghabiskan banyak uang untuk sepatu atau tas. Kamu easygoing dan tenang, dengan santai dan nyaman, itulah mantra kamu. Teman dan pertemanan sangat penting bagi kamu. Mungkin kamu punya beberapa masalah tapi hampir semua orang juga punya kan?

dapet dari sini

7.10.10

(Aku dan Kamu) Tinggal Ampas

Seperti permen karet yang enak dikunyah. Terasa manis dan empuk. Terus dikunyah sampai hambar. Tak boleh sampai tertelan. Karena harus dibuang.
Ampas.

http://milk-cream.deviantart.com/art/Bubble-gum-56964143

Atau seperti secangkir kopi. Harum. Menyegarkan. Membuat rileks. Pengisi waktu senggang nan santai. Tapi tak boleh diminum sampai habis. Harus disisakan. Pahit.
Ampas.

Atau seperti rokok. Dihisap perlahan. Nikmat. Habis makan, habis mandi, habis nonton, atau bahkan habis bercinta (mungkin). Tapi, tetap tak boleh sampai dihisap habis. Sepat.
Ampas.

"Kita" meninggalkan sisa.
Diujung rasa hambar, pahit, sepat, bahkan tak enak.
Tapi bukankah itu wajar?
Meninggalkan ampas.
Tak terpakai.
Lalu dibuang.
Jauh?

Kesekian Lamanya

Lagi-lagi begini.
Ini sudah malam kesekian kalinya.
Aku masih terperangkap dengan teks-teks yang berjajar di depan mataku dan dalam otakku.
Tak pernah berkembang. Tak pernah berlanjut.

Lagi-lagi begini.
Ini sudah pertemuan kesekian kalinya.
Aku selalu terperangkap dengan kediaman antara waktu dan dirimu.
Tak pernah berkembang. Tak pernah berlanjut.

Lagi-lagi begini.
Ini sudah cerita kesekian kalinya.
Aku lagi terperangkap dengan alur rasa dalam lubang hitam pekat tak berdasar.
Tak pernah berkembang. Tak pernah berlanjut.

Lagi-lagi begini.
Ini sudah penantian kesekian kalinya.
Aku kembali terperangkap dengan asa panjang tanpa batas.
Tak pernah berkembang. Tak pernah berlanjut.

Lagi-lagi begini.
Kesekian kalinya.
Terperangkap.
Tak berkembang.
Tak berlanjut.

3.10.10

Sampai saat ini pun, kau tetap begitu.

"Perkenalkan, aku asing."
6 tahun lalu kau berkata begitu. Tapi tetap saja, walau sudah kenal lama, kau tetap misteri.
"Bukan, aku bukan misteri. Aku ini teka-teki." ucapmu.
Ah, kau itu pandai berkelit. Ini hanya permasalahan waktu atas munculnya jawaban. Mungkin nanti, kau ternyata adalah teka-teki. Tapi sekarang, kau ini tetap misteri.
"Maaf, sampai sekarang aku tak mengenalimu." Aku berkata begitu.