7.9.11

nemu kesukaan baru :)

lagi google, tiba-tiba nemu link ini >> http://perempuansore.blogspot.com/
sangat suka sama kata-katanya...
terus add fesbuknya...
namanya Theoresia Rumthe >> fesbuknya
dan...
menjadi favorit saya :)

Balon

seperti balon
terbang dari tangan mang Ujang ke udara
tubuhku berkibar ke kanan dan kiri
tertiup. poni rambutku terhempas,
pinggulku yang tidak gemuk tidak juga kurus
bergoyang-goyang. seperti lenong.
aku balon di udara. memilih hendak terbang kemana.
tubuhku terlalu ringan. bebas melayang.
jangan pegang aku erat.
terlalu mudah pecah—mudah lepas.

oleh. Theoresia Rumthe

6.9.11

Awan Terpendam

‎"rumah itu bukan wujud fisik tapi saat kata pulang terasa menenangkan." -- @lalabohang


Kalimat itu aku temukan pada sebuah beranda. Saat itu cuaca sedang hujan. Aku tahu, itu sedang hujan, walaupun saat itu awan tampil ceria. Bahkan hingga saat ini, aku tau awan masih suka berbohong. Diam diam, dia kelabu lalu hujan. Aku sungguh tahu.

Awan sekarang memang pintar berbohong. Eh, tidak, dia tidak pintar. Aku saja bisa tahu jika dia sedang berpura-pura. Kamu tahu? Diam diam, saat tertidur, dia selalu mengigau. Katanya, "ngin...angin...". Tak sadar dia menyebut kata angin. Diam diam, dalam hatinya, pasti ia merindu. Aku sungguh tahu.

"Bodoh kamu..." aku berkata. "Dulu, kamu mengusirnya. Jauh jauh suruh dia pergi. Katamu, dia mengacaukanmu. Sungguh bodoh." Tapi aku tidak boleh berkata begitu. Aku tahu awan begitu menyesal. Angin yang ramah yang selalu berkunjung, tidak pernah berniat jahat untuk meluluhlantakannya. Aku sungguh tahu.

Awan, awan... diam diam, dia selalu melirik. Menatap angin yang sedang bertiup ramah di pulau sana. Pulau kuning namanya, karena ditumbuhi dengan banyak burung kenari berwarna kuning. Kamu tahu? Diam diam, tak sadar, dia menjadi kelabu lalu hujan. Aku tahu, dia pura pura kuat untuk tetap menjadi awan. Mengisi semesta di tempat yang paling tinggi. Aku tahu, sebenarnya dia ingin sekali turun ke bumi, menjadi hujan dan kembali menjadi embun. Aku sungguh tahu.

Tapi awan terlalu malu.