2.7.10
Setelah ini, lalu apa?
Seneng? Pastilah. Ngerasa lega dan lepas beban dari kuliah.
Bangga? Ya kalo engga, ga mungkin papap langsung meluk pas bukain pintu sambil cium pipi kiri dan kanan.
Cuma, perasaan yang paling besar sekarang, yaaah itu... agak sedikit was-was sekarang. Takut.
Takut sama kehidupan nyata yang benar-benar dirasa nyata. Mesti kerja, buat hidup dan keluarga. Ga ada yang bisa ditolelir lagi. Kamu kerja buruk, ya out... Ngeri.
Tambahan lagi, rasanya juga belum rela aja untuk ninggalin rutinitas ke kampus buat sekedar ketemu dan ngobrol sama temen-temen. Belum rela kehilangan momen bareng-bareng sama yang lain. Karena bayangan nanti bakal kerasa sendiri-sendiri. Tapi emang harus sendiri sih. Biar bisa tanggung jawab sama semua yang dilakukan. Nerima konsekuensi sama resiko. Ckck... makin gak boleh sembarangan buat nentuin pilihan.
Belum lagi, orang tua menuntut ini –itu, demi keluarga dan saudara yang lebih muda. Makin menjadi deh rasa takutnya.
Heuuummm...
Rasanya jadi kebayang lagu iwan fals deh...
Kata Pengantar
Beribu ucapan syukur dipanjatkan hanya untukNya, serta ucapan terima kasih yang tak terkira untuk kalian.
Kalian yang telah mewarnai hari-hari saya di tahun terakhir perkuliahan:
· Mama&Papap dengan segala pertengkaran dan kepeduliannya,
· Para tukang bangunan yang udah inspeksi seluruh area rumah di saat saya sedang skripsi sampe-sampe saya dan papap harus giliran tidur di atas meja tapi tetep buat saya semangat mandang rumah karena dibuatin tampilan dan studio baru,
· Kakak2 dan adik nun jauh di mata,
· dosen pembimbing yang rela membimbing saya dengan omelan-omelan yang bikin saya dendam buat beresin skripsi dengan dahsyat dan cepat,
· Bu Evi, psikolog sekaligus sahabat serta ibu kedua yang diandalkan dan selalu memberi support baik moril maupun materil,
· Annisa Setiawati, sahabat setia yang selalu ada untuk saling berbagi asa dan rasa.
· Rian & Angga (riangga), atas hari dan petualangan yang dilewati secara bersama suka dan duka.
· Anak-anak Kampiun, yang rela menerima (gak ya?heu...) saya campurin, aduk-aduk, tempel-tempel, sekaligus sebagai keluarga kedua, yang senantiasa mengisi hari-hari dengan obrolan, banyolan, plus sindiran maut juga...
· Penghuni ruang alternatif grafis, Penghuni kavling di studio lukis (ger & ion), penghuni kos-kosan (niest, lyra, maya) yang sudah mau membagi ruang dan jadi rumah kedua bagi saya kalo gak betah di studio dan di rumah sendiri.
· LPKM dan IOM, yang udah mau ngasih saya bantuan SPP dari awal smester ampe tahun terakhir kuliah.
· Dongeng-dongeng si gadis kecil yang dijadikan pelampiasan dan tempat menumbuhkan harapan-harapan yang gak mungkin bisa diharap di dunia nyata.
· Pendamping yang ditunggu-tunggu tapi belum dateng juga, (ngelatih sabar dan berserah ini mah).
· Dan masih banyak lagi...
love you guys...
And... this is the beginning...