31.8.12

Catatan Supernova 5#






"Ketika manusia sudah mengatasi semua kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup,
maka ia pun dimungkinkan untuk pencarian lebih tinggi :
Aktualisasi Diri,
Pengetahuan tentang dirinya sendiri di level paling dalam."

-Abraham Maslow-








Metamorfosa

Alkisah, dulu sekali, seekor kelinci yang senang menari, bersahabat erat dengan seekor singa.Kemana-mana mereka selalu bersama. Dalam tawa, dalam suka, hingga dalam duka.
Walau singa terkenal dengan buasnya, tapi kelinci percaya, karna singa memiliki mata yang bercahaya. Cukup lama mereka hidup bersahaja. Sang singa selalu berkata dengan mata
cahayanya, "Aku sangat percaya padamu, tentang semua mimpi-mimpiku."
Tapi rimba berkata lain, mereka harus berpisah di percabangan jalan. Singa meyakini, bahwa suatu saat ia bisa mencabik kelinci dengan kejam akibat perjalanan yang kelam. Kelinci pun menangguk. Raganya sepakat, namun hatinya tidak.

Ia berjalan lalu berjalan, meninggalkan rimba yang kelam. Lalu sampailah ia di tepi sungai. Ia melihat air menari dengan begitu deras dan lincahnya. Ia pun mengamati cara air melewati batu batu dan kerikil sungai. Lincah dan sangat bergairah. Ia pun meminta pada Sang Semesta, bahwa ia ingin menjadi air, yang dapat melewati batu batu besar dengan tarian yang indah. Sang Semesta mengabulkannya. Kelinci itu pun berubah menjadi air...

Ia menari dengan lincah. Gerakannya memompa gairah. Kelinci berubah, perasaanya tercurah. Tapi air tetaplah air, ia harus mengisi wadah, mengikuti aliran. Dan akhirnya sampailah ia ke ujung muara, luasan samudra. Sang air lalu mengemban sebuah tugas. Ia harus menguap lalu tertampung awan, untuk menghujani daratan. Air yang dulu, berubah menjadi bulir bulir embun...

Sang embun hinggap dari ujung daun yang satu ke ujung daun yang lainnya. Dia tetap lincah, melompat ke satu tempat ke tempat lainnya. Sang angin yang melihat, tertarik padanya. Angin meniup niup embun kesana kemari. Menjaganya agar tidak jatuh ke bumi. "fuuhhhh..." Tiupan angin membuat embun senang, membuat embun bahagia. Tapi itu tidak berlangsung lama...

Embun mendengar sebuah suara menggelegar. Perhatiannya tertuju pada sebuah petir. "Dhuarrrrr!!" Ia mendengar bisikan hujan, "Sang naga akan datang...petir adalah penanda..." Embun menunggu... menunggu, menanti naga datang. Karena ia sangat penasaran. Angin yang bertiup tiup tidak pernah dihiraukannya. Sampai akhirnya, Ia senyap lalu padam. Sang embun pun tidak menyadari, bahwa angin adalah yang terpenting. Tapi embun kala itu terlena, dengan suara petir atau gemuruh naga...

Naga tak pernah datang, karena ia mungkin tak pernah ada. Gemuruh hanyalah distorsi suara semesta. Embun tercenung. Ia menyadari, bahwa hanya utopis yang ia nanti. Ia terhempas, bulir demi bulir, jatuh tersedot gravitasi bumi..."Pluk" ia jatuh di atas butiran tanah...

Di atas tanah, ia tersedot kuat, menelusuk ke dalam, terus dan terus... Ia bagaikan ditarik oleh sebuah medan magnet. Hisapannya yang kuat menariknya kedalam lentisel, pori kayu, batang, daun, tunas... Perih, sakit, remuk, redam. Dan berubahlah ia, menjadi bunga yang merekah nan cantik...
.
.
.
.

Tapi cerita, tidak berhenti sampai disitu...

.
.
.
.
Pada suatu hari, Sang bunga cantik, menjadi selir bumi. Apapun kata bumi, ia harus menurutinya. Menghadap ke barat, ke timur, ke utara, bahkan ke selatan. Ia harus selalu tersenyum. Ia harus selalu terlihat cantik. Ia harus tampil anggun. "Bunga harus selalu begitu." kata bumi. Bahkan, ketika bumi lelah, bunga harus tetap tersenyum untuk mengobatinya. Tapi bumi tak pernah tau, sang bunga kadang lelah dan ingin meneduh dibalik rindang pohon. Bumi selalu memiliki banyak keinginan. Banyak sekali, dan sang bunga harus selalu mendengarkan.

Suatu masa, Bumi ingin bunga terbang seperti kupu kupu. Tapi sang Bunga menolaknya. "Bagaimana mungkin, aku tidak punya sayap seperti kupu kupu..." tapi bumi tetap bumi. ia tidak ingin dibantah. Sang bunga bersedih, tapi matahari muncul menghiburnya, memberi kehangatan pagi. Hingga akhirnya, matahari memberikan sang bunga pelindung diri berbentuk duri. Tapi, tanpa sengaja, duri bunga menusuk bumi. Bumi marah. Bumi tidak suka dengan durinya. "tapi ini pemberian matahari..." lirih bunga.

Sang Bunga berbicara pada matahari. Ia ingin mengembalikan duri. "Tapi itu abadi, untuk melindungi diri..." kata matahari. Tak ada jalan lain, Sang bunga lalu memohon pada Sang Semesta, bahwa ia ingin mengabulkan keinginan bumi, untuk dapat terbang seperti kupu kupu.

"Baiklah..." ucap Sang Semesta.

Tapi rupanya, Sang Semesta memiliki kehendak lain.
Ia merubah sang bunga menjadi serbuk pelangi...
Ia terbang menjauh dari bumi...

Terbang... melintasi udara dan mewarnai semesta...
Terbang...

Terbang... untuk metamorfosa selanjutnya...
B e b a s...


30.8.12

Catatan Supernova 4#





"Kita... adalah sahabat terbaik. Partner hidup..."
"Kemerdekaan. Itu kuncinya..."
"Pernahkah kita berikrar untuk mengikatkan diri?
Cinta kan tidak butuh tali.
Ia membebaskan.
Jadi, buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?"


- supernova, dee -






Priscilla Ahn - "Dream"

"Dream"

I was a little girl
Alone in my little world
Who dreamed of a little home for me.
I played pretend between the trees,
And fed my houseguests bark and leaves,
And laughed in my pretty bed of green.

I had a dream
That I could fly
From the highest swing.
I had a dream.

Long walks in the dark
Through woods grown behind the park,
I asked God who I'm supposed to be.
The stars smiled down on me,
God answered in silent reverie.
I said a prayer and fell asleep.

I had a dream
That I could fly
From the highest tree.
I had a dream.

Now I'm old and feeling grey.
I don't know what's left to say
About this life I'm willing to leave.
I lived it full and I lived it well,
There's many tales I've lived to tell.
I'm ready now,
I'm ready now,
I'm ready now
To fly from the highest wing.

I had a dream.


Lagu, bisa didengarkan disini, enjoy =)

29.8.12

Catatan Supernova 3#




"Satu turbulensi kecil berasal dari kumulasi keresahan,
akan membawa kita ke titik kritis
yang bisa menjadikannya APA SAJA."

- supernova, dee -






Christina Perri - "A Thousand Years"

"A Thousand Years"


Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow

One step closer

[Chorus:]
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this

One step closer

[Chorus:]
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more

One step closer
One step closer

[Chorus:]
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more



Catatan Supernova 2#




"Tuhan bicara lewat banyak hal,
banyak mulut,
dan banyak peristiwa."

supernova - dee










Andien - Pulang

Musim kini berlalu berbagai cerita merayu
Berpijak di malam yang bertalu
Masihku memikirkan dirimu

Ku rasakan waktu berlalu tanpa senyummu
Sepi yang tlah penuhi hariku

Hari ini sayang aku akan pulang
Berlabuh di dekap cintamu
Karna pelukmu akan selalu
Membuat diriku jatuh cinta

Dalam riuh suasana menyapa
Kian menggoda memanja
Semua itu tak akan berarti
Selama ku jauh dari dirimu

Ku angankan waktu berlalu dengan senyummu
Sepi yang tak penuhi hariku

Pernahkah kau merasa

Berdiri diri tempat yang sama
Seperti saat ini ku ada
Rindukan nyaman ku ingin sendiri pulang

Membuat diriku jatuh cinta


Lagu, bisa didengarkan disini, enjoy =)


Float- Sementara

Sementara teduhlah hatiku
Tidak lagi jauh
Belum saatnya kau jatuh
Sementara ingat lagi mimpi
Juga janji janji
Jangan kau ingkari lagi

Percayalah hati lebih dari ini
Pernah kita lalui
Jangan henti disini

Sementara lupakanlah rindu
Sadarlah hatiku hanya ada kau dan aku
Dan sementara akan kukarang cerita
Tentang mimpi jadi nyata
Untuk asa kita ber dua

Percayalah hati lebih dari ini
Pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Jangan henti disini


Lagu, bisa didengarkan di sini , enjoy=)

28.8.12

Kau Keluhkan - Banda Neira

Kau Keluhkan


Kau keluhkan awan hitam yang menggulung tiada surutnya
Kau keluhkan dingin malam yang menusuk hingga ke tulang
Hawa ini kau benci
Dan kau inginkan tuk segera pergi
Berdiri angkat kaki
Tiada raut riangmu di muka, pergi segera

Kau keluhkan sunyi ini dan tak ada yang menemani
Kau keluhkan risau hati yang tak kunjung juga berhenti
Rasa itu kau rindu
Dan kau inginkan tuk segera tiba
Dan kembali bermimpi
Hanyut dalam hangatnya pelukan cahaya mentari

Dan ingatlah pesan sang surya pada manusia malam itu
Tuk mengingatnya di saat dia tak ada
Tuk mengingatnya di saat dia tak ada
Tuk mengingatnya di saat dia tak ada, esok pasti jumpa


dapat di dengarkan di sini

24.8.12

Catatan Fahd 1#




"Cinta adalah kebebasan.
Seperti burung-burung yang terbang melintasi langit luas,
meninggalkan musim-musim kecemasan."