17.10.14

Malam Masih Panjang

“…seperti halnya biji buah harus memecah, agar intinya bisa berhadapan dengan matahari, 
begitu jugalah kau harus mengenal kepedihan…”


Bandung, 5 Oktober 2014

Hari ini, mungkin menjadi tamparan bagi sebagian orang.
Ketika harapan tidaklah sesuai dengan kenyataan. 
Hari ini, mungkin merupakan akhir bagi beberapa orang.
Akhir dari sebuah penantian yang panjang akan suatu kepastian.
Hari ini, mungkin menjadi titik balik bagi banyak orang.
Waktunya untuk meraih kesadaran kembali.
Hari ini, mungkin adalah masa sunyi bagi seseorang.
Saat ia harus mengambil jeda untuk meraih kepingan diri.

Bagiku, hari ini adalah cerminan.
Cerminan diri risalah lalu.
Ketika menjadi bagian dari hentakan pilu.
Enam atau tujuh tahun lalu yang seakan mengiris kelu.

Tuhan, jagalah mereka.
Luruhkan lara mereka.
Tawarkan sendunya.
agar lebih merindu-Mu.

Seperti aku, lalu :)

PS. NikmatMu tidaklah kuragu.

Sufty Nurahmartiyanti

Tidak ada komentar: