23.8.08

menikmati kesendirian

ketika kita merasa bahwa kita senang sendirian,justru kitalah yang paling merasa kesepian akan kesendirian itu.ketika perasaan kesepian itu datang,kita akan merasa tersiksa,tapi kita kerap menanamkan pikiran pada pikiran kita sendiri agar kita menikmati kesendirian kita.menghibur diri sendiri dengan pikiran sendiri,tapi tetap saja harapan untuk mengharap ada seseorang yang menemani selalu muncul.dan disinilah pikiran kita berperang antara logika dan perasaan.

"apakah kita harus menikmati kesendirian kita?"

benar.karena semakin kita dewasa,kita akan semakin merasa sendirian.semakin tua.seharusnya semakin sadar.bahwa entah di alam sana,kita akan sendirian.

hei,tapi kita tidak sendirian.kita mempunyai teman khusus untuk kita sendiri.yang paling memahami kita.yang paling tau kita.ketika kita sendirian,dia selalu ada.tapi kita sendiri yang tidak sadar.atau kita yang tidak mau menyadari keberadaanya.

siapa dia?

Tuhan,suf.itu jawabannya.Dia hidup.entah bagaimana cara kita mendekatinya.hanya diri kita masing2 yang tau.hanya kita sendiri yang tahu.karena berhubungan denganNya,tidak membutuhkan perantara apapun.kecuali hati kita.dan hati kita lah yang menunjukkan jalanNya.apapun namaNya.apapun wujudNya.

tapi saya merasa Dia jauh dan kecewa,karena saya selalu berbuat kesalahan.

Manusiawi.karena kita melakukan kesalahanlah maka kita sempurna sebagai manusia.

"bagaimana denganmu?"

hei,saya punya cara tersendiri.begitupun kamu.bila kamu mengetahui apapun bagaimana hubungan saya denganNya,maka saya merasa selingkuh dan mengkhianatiNya.

kamu suatu saat juga akan menemukannya dengan caramu sendiri dan hanya untukmu...jalani saja.

1 komentar:

sarah annisa mengatakan...

tulisan yang bagus dan touchy banget. kesendirian mungkin memang pilihan terakhir dalam hidup, tapi sesungguhnya tidak ada kesendirian yang murni dan abadi.

salam kenal, Kak :)