::ibu dan ayah mengobrol...hore, senangnya!::
ayah : "kamaren baca di kompas tentang mahasiswa ~~~ yang kena DO gara-gara jadi joki"
saya : diam...
ibu : "iya ih, ibu kasian sama mahasiswanya, seharusnya gak dikasih sanksi kayak gitu. kok kurang bijak ya"
ayah : "iya, katanya anak-anak itu dibelain sama anggota ~~~"
ibu : "ya emang mesti dibela lah. mereka kan generasi penerus bangsa, bukan malah jadinya di DO gitu, pake sanksi apa kek, yang penting gak di DO, harusnya pihak kampuslah yang membina moral, emang sih salah, tapi kan gak gitu caranya, inikan institusi, justru itu tugas insitusi untuk ngedidik moral, bukan malah mengeluarkan" (berapi-api nih ngomongnya)
ayah :"iya, tuh, kemarin, anggota ~~~ juga ngomong gitu. padahal mahasiswanya pinter-pinter loh neng, IP nya aja 3,85, yang paling kecil 3,11... "
saya : tetap diam memperhatikan...
ibu : "harusnya pihak kampus bisa menghargai, mungkin aja mereka butuh biaya buat kuliah, apalagi untuk TA, kan mahal tuh biayanya..."
ayah : "iya, kata anggota ~~~ juga bilang, aneh banget, korupsi malah dibiarin, nah yang ini.... apalagi mahasiswanya tuh katanya juara olimpiade di meksiko, keren kan neng?"
ibu : "iya tuh, liat tuh anak-anak dosen yang pada masuk kampus ~~~ pake jalur-jalur nepotisme, kenapa yang kayak gitu gak diurusin yah? si dekan ~~~ semua anaknya masuk kampus ~~~ juga.. padahal mungkin aja kan yang jadi joki itu masuk kampus itu dengan susah payah, trus berprestasi, tapi malah di DO, iya, tahu sih, itu salah, tapi kenapa gak dikasi kesempatan. yang diberi sanksi ya, yang minta jokinya aja, kalo yang jadi jokinya jangan sampe di DO, mungkin kalo sanksinya itu lulusnya di pending satu tahun, kayaknya lebih bijak"
ayah :"iya, kasihan mahasiwanya, manalagi sama rektor kampus ~~~ disebarin diantara forum rektor, biar mereka gak bisa masuk kampus manapun"
ibu : "bener-bener yah, harusnya kan tugas sekolah yang mendidik moral dan akhlaknya, bukan malah dikeluarkan dan cuci tangan gitu...terus menutup jalan lagi."
dan....
terus ngobrol...
senangnya....
ayah : "kamaren baca di kompas tentang mahasiswa ~~~ yang kena DO gara-gara jadi joki"
saya : diam...
ibu : "iya ih, ibu kasian sama mahasiswanya, seharusnya gak dikasih sanksi kayak gitu. kok kurang bijak ya"
ayah : "iya, katanya anak-anak itu dibelain sama anggota ~~~"
ibu : "ya emang mesti dibela lah. mereka kan generasi penerus bangsa, bukan malah jadinya di DO gitu, pake sanksi apa kek, yang penting gak di DO, harusnya pihak kampuslah yang membina moral, emang sih salah, tapi kan gak gitu caranya, inikan institusi, justru itu tugas insitusi untuk ngedidik moral, bukan malah mengeluarkan" (berapi-api nih ngomongnya)
ayah :"iya, tuh, kemarin, anggota ~~~ juga ngomong gitu. padahal mahasiswanya pinter-pinter loh neng, IP nya aja 3,85, yang paling kecil 3,11... "
saya : tetap diam memperhatikan...
ibu : "harusnya pihak kampus bisa menghargai, mungkin aja mereka butuh biaya buat kuliah, apalagi untuk TA, kan mahal tuh biayanya..."
ayah : "iya, kata anggota ~~~ juga bilang, aneh banget, korupsi malah dibiarin, nah yang ini.... apalagi mahasiswanya tuh katanya juara olimpiade di meksiko, keren kan neng?"
ibu : "iya tuh, liat tuh anak-anak dosen yang pada masuk kampus ~~~ pake jalur-jalur nepotisme, kenapa yang kayak gitu gak diurusin yah? si dekan ~~~ semua anaknya masuk kampus ~~~ juga.. padahal mungkin aja kan yang jadi joki itu masuk kampus itu dengan susah payah, trus berprestasi, tapi malah di DO, iya, tahu sih, itu salah, tapi kenapa gak dikasi kesempatan. yang diberi sanksi ya, yang minta jokinya aja, kalo yang jadi jokinya jangan sampe di DO, mungkin kalo sanksinya itu lulusnya di pending satu tahun, kayaknya lebih bijak"
ayah :"iya, kasihan mahasiwanya, manalagi sama rektor kampus ~~~ disebarin diantara forum rektor, biar mereka gak bisa masuk kampus manapun"
ibu : "bener-bener yah, harusnya kan tugas sekolah yang mendidik moral dan akhlaknya, bukan malah dikeluarkan dan cuci tangan gitu...terus menutup jalan lagi."
dan....
terus ngobrol...
senangnya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar