Tubuhnya bergetar. Matanya terpejam mencoba untuk menahan air matanya. Tangannya mengepal memegang angin.
“huu…huhuhuhu… kamu bilang kamu akan terus bermain disini :( huks… ka-kamuu bilang, kita akan terus bersama menjaga padang semesta ini :(” Ia terus menghadap tanah. Tak kuasa ia melihat seorang bocah jerami di hadapannya.
“huuu…huhuhuhu…” gadis kecil terus terisak. Bukan hanya kali ini, teman bermainnya meninggalkan padang semesta. Dan lagi-lagi mengucapkan hal yang sama.
“Kamu tahu, bahwa tempat ini terlalu nyaman untukku, gadis kecil…” ujar bocah jerami sambil tersenyum dengan rambutnya yang selalu acak-acakan seperti habis bangun tidur.
Ia lalu mengusap-usap kepala gadis kecil.
“Kamu pasti akan baik-baik saja :), aku yakin, suatu hari nanti, kamu akan menemukan teman bermain yang akan selalu menemanimu sepanjang masa. Hingga kamu takkan bosan dan takkan khawatir.” Ia berkata pada gadis kecil.
“ta-tapi… aku ingin selalu bermain denganmu… Mendengar dongengmu setiap malam hari, meniup gelembung pelangi setiap pagi, menggambar-gambar padang semesta di siang hari… Bermain hujan, bermain awan, bermain angin… Aku suka itu semua…” rengek gadis kecil.
Bocah jerami hanya tersenyum.
“Aku… aku juga takut dengan tuan kelabuuuu… semenjak kamu ada di sini, dia tidak pernah berani datang lagi… huhuhu… Jangan pergi, jangan ikuti kemauan matahari… huhuhuuhuuu…” isak gadis kecil.
Bocah jerami kembali tersenyum, ia lalu berkata pada gadis kecil, “Aku juga ingin selalu bermain denganmu, gadis kecil. Semuanya serba menyenangkan di sini.” Ia tersenyum memandang sekeliling padang semesta.
“Aku juga menemukan hal-hal yang menakjubkan bersamamu, gadis kecil… Tapi aku tetap harus pergi. Matahari sedang menungguku… Jaga domo untukku ya!” Ia melirik anjing mungil di sampingku.
Gadis kecil menatap bocah jerami. Menangguk. Ia tahu, bahwa matahari sungguh tidak sabar. Dengan perlahan, rupa bocah jerami mulai memudar. tubuhnya bias seiring silau cahaya.
Gadis kecil kembali terpejam. Ia teringat saat pertama kali bocah jerami menyapanya… “cantik…”
Untuk:
Matahari
Jaga jerami baik-baik. Ia sungguh baik karena memberikanku pelangi cantik. Suatu saat, aku ingin mengajaknya bermain lagi. Pastikan ia berselimut agar tak bersin-bersin dan masuk angin ya!
-gadis kecil-

0 komentar:
Poskan Komentar