11.9.12

Badai Serotonin 1#



Serotonin, adalah hormon yang dipercaya sebagai pemberi perasaan nyaman dan tenang (*definisi: wikipedia)



2 tahun? 3 tahun? mungkin lebih, kita ga pernah ketemu satu sama lain. Jangankan ketemu, ngobrol aja bisa diitung jari selama kamu ngilang. Bukan menghilang seperti itu, saya tahu, kamu dimana saat itu. Bahkan mungkin sedang merasakan apa. Menghilang yang kumaksud, ialah menghilang dari kehidupan saya selama ini. Bertahun-tahun lamanya.

Terakhir, saya ingat, kalau saya sangat memperlakukan kamu sangat buruk. I remember how cruel i was to you. Tapi perlakuan saya dalam waktu sesingkat itu, dibalas dengan rasa sesal saya selama bertahun-tahun. Memimpikanmu, menangis sejadi-jadinya, menulis segala tentang kamu, bahkan sampai titik pasrah, untuk mengobati rasa sesal itu, saya hanya bisa berdoa, untuk bisa diberi kesempatan yang kedua kali. Walau kesempatan itu tidak diberikan untuk bersamamu, saya berdoa, semoga saya bertemu orang yang seperti dirimu, minimal, dan berjanji untuk lebih menghargai lagi. Tapi saya berpikir lagi. "Kesempatan itu, hanya akan datang satu kali. Kita tidak pernah bertemu lagi dengan orang yang sama, waktu yang sama, dan kondisi yang sama." Ketika memikirkan itu, rasa sesal saya pun semakin menjadi. Saat itu, saya sadar, i really falling down to you. Tapi ya sudahlah, mungkin itu karma yang mesti saya dapatkan. Bagi saya, hukuman yang paling berat yang ditanggung seseorang adalah, rasa sesal dan rasa bersalah. And, it works for me, feels like a nightmare for years.

Dan saat itu, saya tak sengaja menyapamu, pada waktu yang tidak pernah saya rencanakan. Tanpa tahu, bahwa kondisimu telah berubah sekarang. And finally, we meet. It's been a long time. Reaksi pertama, kamu berikan saya badai serotonin yang hebat. Rasa senang yang berlebihan. Kamu menjadi mood booster saya saat itu :D

Senang, seperti mendapat sebuah kejutan yang tak terduga-duga. Bahkan tidak pernah terbayangkan akan ada momen seperti ini. Senang karena pertemuan kita, senang karena obrolan kita, senang karena keramahan kamu, yang tidak mengindikasikan sebuah perubahan. Karena selama ini, saya pikir, kamu terbang jauh sekali dan "tidak mungkin kembali".

Tapi badai, tetap selalu ada penangkal. Rasa senang karena pertemuan kita, tetap ada sebuah ganjalan. Saya sadar, disitu ada sebuah perubahan. you're not the same person anymore. Saya jatuh untuk kedua kalinya. Saya takut, mungkin juga kamu.

i cannot expect what i'm expected..

Tidak ada komentar: