17.5.13

Lelaki dan Hujan 1#




"Setiap ketemu kamu, pasti ada hujan." ucapnya sambil menatap mataku.
Aku diam. Hanya tersenyum.
Malam itu, kami bertemu. Di depan sebuah convenience store 24 jam.
Aku memakai jas hujan pelangiku. Dia dengan jaketnya yang tebal.
Kami berteduh dari hujan.

Dia mungkin tidak tahu, jika hujan selalu menyertaiku.
Hujan sebenarnya tidak setia padaku. Dia selalu berpindah hati.
Konon, dia selalu datang pada hati yang gersang.
Secara bergiliran.
Baiklah, aku akui, hubunganku sangat erat dengan hujan ini.
Erat. Sudah lebih dari sewindu lamanya.
Ikatan kami melebihi saudara.
Walaupun kadang aku diam diam berkelit pada hatiku sendiri.
Entah apa itu. Harus aku abaikan.
Karena jika melebihi itu, hujan tak segan menghilang atau menghujam.
Aku tidak pernah berahasia pada hujan tentang kisah asmaraku.
Walau aku sebenarnya memiliki rahasia ku sendiri tentang hujan.
Jauh tersimpan. Walau kutau, hujan mungkin tau apa rahasia itu.
Entah.

"Aku cukup menikmati hujan ini.", katamu.
"Itu tandanya, sebuah keberkahan.", lanjutmu.
Aku diam. Hanya tersenyum.

"Mungkin kamu adalah lelaki pembawa hujan.", candaku sambil tertawa.
padahal aku tau pasti bukan dia.
"Anggap saja begitu." katamu sambil menggenggam tanganku.
Aku diam. Hanya tersenyum.

Dan hujan pun berlalu....

***



1 komentar: