24.4.09

disihir angkot

karena pergerakan mekanis yang membuatku terbuai, aku selalu terbuai lalu mengantuk.

pikiranku bergerak cepat.
ia berlari-lari.
mengikuti aliran waktu.
ketika muncul suatu fragmen. berlarilah satu fragmen yang lain memotong fragmen yang satunya. dan begitu seterusnya.
hingga aku tak bisa membedakan mana bagian ingatanku.atau yang mana imajinasiku. dan begitu seterusnya.
cepat...cepat...cepat.

katanya aku hanya mengumpulkan bibit-bibit penyakit pada tubuh dan otakku dengan berpikir seperti itu. hingga pada suatu akhir aku mati karena pikiranku yang berlarian itu. burukkah cara mati seperti itu?

Selalu saja si punya kebaikan yang disodorkan, semakin sini semakin bosan saja. karena pada akhirnya membuatku merasa seperti penjahat.

anggota tubuhku tidak bergerak. bukan karena tidak-bisa. tapi tidak-mau. pikiranku bisa menguasai tubuhku. lalu menguasai bagian jiwaku. hingga ia mampu menutupi sesuatu yang murni di dalam sana. edan, kupikir. tapi kau tau?ia tidak bisa menyentuh sesuatu yang murni di dalam sana. ia hanya bisa mengkamuflase dan menyembunyikannya. karena yang murni akan tetap murni. walau ia tersembunyi.

berarti, kita. bukan, bukan aku dan kamu. tapi aku dan aku. tinggal menunggu atas kehancuran kita. atau kebangkitan kita. tergantung, bagaimana si murni itu mampu meloloskan diri dari jeratan.

bukan kebaikan sempurna yang ingin aku dapatkan, tapi kekurangannya dan kelebihaannya yang nyata yang bisa melengkapi kelebihan dan kekuranganku. hingga kami berdua menjadi sempurna. karena disempurnakan satu sama lain. namun, kenapa bunyi "klik" itu sulit didapat ya?

hei, berhenti! rumahku itu sudah terlewat jauh. dasar angkot sihir!

Tidak ada komentar: