Apakah ini pertanda?
28.9.14
Cuma "Kebetulan"
Apakah ini pertanda?
17.6.14
Terima Kasih, ya!
February 24, 2014 at 9:28am
"Home is where my heart is."
Aku terjaga dalam hiruk pikuk kota ini.
Kota yang yang begitu cepat bertumbuh dengan kesibukan lalu lintasnya.
“Waktunya berkemas, kawan.” Begitu katanya.
Dalam hitungan detik, naluriku memahami makna kalimat tersebut. Aku akan pulang menuju rumahku.
Aku mulai berkemas, tidak semua barang aku bawa serta. Beberapa hal, rasanya sudah sewajarnya ada disana dan tidak patut aku bawa pulang.
Disini, aku menunggu angkutan yang akan membawa kami pulang. Sepuluh menit, tiga puluh menit, satu jam. Penjemput belum tiba juga. Aku begitu sibuk menelepon. “Posisi ada dimana, Pak?”
Ah, akhirnya datang juga. Sebuah angkutan besar muatan 8-10 orang akan membawa kami dengan nyaman.
“Tunggu dulu pak!” aku berkata dengan tiba-tiba. Rupanya adikku belum siap berkemas.
“Aduuhhhh..” keluhku. Dengan berat hati aku berkata, “Silakan pak tinggalkan saja kami. Adikku belum siap berkemas. Kami akan menyusul dengan angkutan umum saja.”
Aku mulai membantu adikku berkemas. Memasukkan barang-barangnya dalam 3 koper. “Banyak sekali barang bawaanmu!”
Setelah selesai membantu adikku berkemas, aku mulai berpikir, akan memakai apa kami untuk pulang?
Salah satu temanku membantuku, ”Aku akan mengirimkan untukmu penjemputnya!” begitu katanya. Ah, terima kasih kawan, engkau memang pengertian sekali.
Penjemput datang. Dia membawa angkutan mewah yang hanya dapat memuat 3-4 orang saja. “Ah, bagus sekali angkutanmu. Tapi rasanya kami semua tidak akan masuk pada angkutanmu. Terima kasih, tapi rasanya tidak adil jika aku harus meninggalkan sebagian yang lain.” Maka akupun mengucapkan perpisahan pada penjemput itu.
Penjemput yang lain datang. Angkutannya hampir sama dengan angkutan yang pertama. Bermuatan 8-10 orang. Tapi sayang, didalamnya sudah banyak penumpang. Rasanya akan sesak jika kami masuk di dalamnya. Aku mengalah. Lagi-lagi hanya mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih, ya.”
-Imajinasi setelah bangun pagi-
Bali, 24 Februari 2014
Sufty Nurahmartiyanti,
23.7.09
14.7.09
11.7.09
lebih dari begitu..
apa ini berakhir?oke.beri ruang sebentar untuk meruntuhkan semua.setiap kepingan-kepingan pada hati saya.yang pernah saya susun bahkan tanpa saya sadari menjadi sebuah rupa yang istimewa.oke, beri saya ruang untuk kejujuran-kejujuran yang selama ini saya pendam.yang sulit saya resapkan.oke, beri saya ruang sementara untuk dapat menyandarkan apa yang memberatkan pundak saya akhir-akhir ini.oke, beri saya ruang sementara untuk dapat membuka segalanya.berhenti sejenak melihat sekeliling.bahkan sampai detik inipun saya bukan apa-apa.dan tidak pernah menjadi siapa-siapa.hanya mereka-merekalah yang dapat membuatnya terkesan dan tertarik.dan tidak sedikitpun kamu menoleh.
terima kasih banyak atas semuasemuasemua.
segala rasa yang saya dapatkan.
dan satu hal semua menjadi penyesalan karena kejujuran itu saya simpan jauh di dalam.bahkan tidak bisa saya keluarkan.maka jujurlah kalian...
10.7.09
salah iri.
kamu!
jangan pernah merasa iri dan haus akan posisi saya ini. ini bukan sesuatu yang menyenangkan. walaupun ada disisi nya. bila mau, irilah pada ia yang dimuliakannya. maka kamu akan membutuhkan cermin.
4.7.09
menanti kabar...
apa kabar bumi?
apa kabar langit?
apa kabar malam?
apa kabar hutan?
maaf, maaf, terlalu banyak pertanyaan yang kuajukan.
karena banyak sekali jawaban yang ingin aku dapatkan.
hihi.
seperti orang yang sudah lama tidak bertemu saja.
padahal aku selalu didekatmu.
aku kangen...
kangen sama sisi lain kepinganmu.
apa yang kamu tahan? apa yang kamu sembunyikan?
muntahkan saja semesta!
aku akan mempersiapkan segala inderaku dengan mantap.
termasuk indera istimewa yang diciptakan jauh tidak terlihat.
sepertinya, sudah lama tidak aku pergunakan.
tapi, kabari aku dulu ya
butuh waktu untuk mempersiapkannya :)
30.6.09
untuknya, dalam mengingat kembali sebuah momen
sebagai pemberian untuk mengingat sebuah momen.
video yang saya buat dengan segala ketidaksempurnaan.
dengan segala kekurangannya yang sengaja saya perlihatkan.
gambarnya tanpa edit sama sekali.
hanya ingin memperlihatkan hasil yang memang sederhana.
walau tak sempurna namun hanya satu-satunya.
dengan perasaan yang juga sederhana.
"selamat!" begitu ucap semesta.
ah, rupanya sudah setahun berlalu.
26.6.09
hanya padaMu
Tuhan, saya hanya percaya padaMu.
segala keluh kesah saya.
segala isi hati saya.
segala harapan saya.
makna air mata saya ini.
makna kata-kata saya yang tersendat ini.
saya percaya, atas segala rencanaMu.
serahkan padaMu.
yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
24.6.09
emosi sunyi2#
mencintai dengan sunyi.
marah dengan sunyi.
bahagia dengan sunyi.
sedih dengan sunyi.
mati dengan sunyi.
hidup dengan sunyi.
tembok es
tembok itu menjadi semakin tebal dan kuat.
diri yang didalamnya pun semakin menutup.
di dalam tembok, ada tembok lagi..begitu seterusnya.
hingga kamu, atau siapapun, akan terkecoh, dan sulit memasukinya.
kecuali
................................................................
22.6.09
sang penjaga
15.6.09
hujan, kemurnian, dan kelinci kecil.
Hujan membasahi bumi malam ini,
Kelinci putih kecil terbangun dari tidurnya, Telinganya berdiri, begitu mendengar butiran hujan yang menyentuh tanah.
Rasanya, hujan malam ini sedang sendu. si kelinci kecil lalu bertanya pada hujan,
"Kenapa malam ini begitu sendu ketika kamu turun?"
Hujan tersenyum, "Aku sedang membantu Ia yang sedang bersedih."
si Kelinci tidak mengerti, lalu hujan berkata,
"Hakikatku adalah untuk membersihkan, dengan bagian jiwaku, aku ingin membersihkan perasaan Ia yang sedang bersedih"
Kelinci putih kecil itu lalu tersenyum, "Perbuatanmu mulia sekali, Ia yang bersedih tentu tidak akan bersedih lagi, apakah Ia yang bersedih adalah sahabatmu?"
Hujan berkata,"Segala hal yang mengisi semesta ini adalah sahabatku, tapi Ia yang sedang sedih memang sangat berharga"
Kelinci putih kecil itu terharu, "Aku juga ingin membantunya. Dengan nyanyian dan tarianku, aku ingin menghiburnya."
"Terima kasih kelinci putih, tentu Ia akan bahagia mendengarnya"
"Kalau boleh tau, siapakah Ia yang sedang bersedih ?"
Sambil memandang bumi, hujan berkata, "Ia rasa cinta, Ia sedang kesulitan mencari kemurniannya"
dan,
dengan tubuhnya yang seputih salju, si kelinci kecil menari dan bernyanyi bersama hujan yang sedang turun malam ini untuk menghibur Ia yang MURNI...
"semoga kamu bahagia..."bisik kelinci putih kecil itu.
1.6.09
kerumitan sederhana,,,
sungguh , saya tidak ingin mengganggu, saya sedang mencari-cari tulisan yang saya buat dua eh tiga hari yang lalu. tentunya, seperti sahabat saya bilang, dengan proses rumit, tapi malah mengjasilkan yang sederhana, tak apa. saya cukup senag bermain-main dengan hal tersebut. kalau begitu, mari saya aduk-aduk dulu buah pikiran saya yang tertulis kemarin.
Mana? mana? sebentar... sabar.. tidak usah dibawa terlalu serius... untuk tulisan ini pun begitu...
***
tidak, tentu tidak serumit itu.
perasaan ini sebenarnya bersifat sederhana. Ia tumbuh atas karunia dan anugrah dari Tuhan. Tapi kadang manusia membawa semua ini menjadi rumit, ketika Ia bercampur dengan emosi dan pikiran. emosi manusia yang membuat perasaan tersebut tidak menjadi murni lagi. dan pikiran manusia yang membuatnya menjadi serba berlebihan. hingga akhirnya menjadikan perasaan tersebut menjadi tinggi hati dan keliru. dan muncul pihak yang merasa tersakiti.
padahal tidak serumit itu. berfikirlah secara jernih. manusia hanya membutuhkan untuk menengok sedikit lebih dalam ke dalam hatinya. apa kabar Ia disana? tentunya Ia ingin segera keluar dengan pesona kejernihannya dan ketulusannya. ketika jiwamu terasa lapang dan lagi tentram. kamu akan merasakan kenikmatannya dalam mengalami perasaan tersebut. hatimu dan hatinya hanya perlu berbicara satu sama lain dengan pikiran dan emosi yang lagi jernih. tenang... tentram...
Ia begitu sederhana dan lapang. seperti ketika kita mencoba untuk menutup mata dan merasakan kehadiran langit jernih yang begitu luas terbentang di sekeliling kita.
Pilihan yang terbentang dihadapan kita ketika anugrah tersebut diturunkanNya, tentu menjadi titik rupa dari visual perasaan tersebut. Entah memilih untuk menyiraminya hingga Ia tumbuh menjadi subur, atau membiarkannya hingga Ia lama kelamaan layu dan mati.
Itulah. Setiap manusia mempunyai bunga keindahannya masing-masing. jauh di dalam hati. Ia tumbuh dengan murni dan sejuk. Jangan terkecoh dengan bunga-bunga yang tumbuh hanya dipermukaan hati saja. Ia bisa saja menipu dengan keindahannya. ayolah, coba tutup mata, dan rasakan jauh kedalam hati. apa rasa ini harus kita campur dengan segala elemen-elemen yang dapat merusak kemurniannya?
kenapa kita tidak mencoba untuk menyederhanakan saja? karena, Ia tumbuh begitu sederhana dan rendah hati.
cukup dengan ucapan sederhana yang muncul dari dalam hati yang terdalam, dekat dengan nurani.
"Aku cinta kamu"
"Aku juga"
"kalau begitu, ayo kita jalan bersama"
=)
27.5.09
bicaralah...
23.5.09
domba,ayo tidur.sudah malam

untung air tidak bisa menangis.
hanya nasi yang menangis bila tidak dimakan.
dan hanya yang punya mata saja yang bisa menangis.
domba juga pasti bisa menangis.
walaupun bulunya lebih lebat, tapi sama-sama domba.
sama-sama bertanduk, sama-sama disembelih. yang satu diberi dua rangkaian kata.
yang satunya malah tidak tersentuh oleh kata apapun.
mungkin dagingnya hanya sedikit dan kurang enak.
si sapi malah diberi ketika penghujung waktunya hampir habis,
lain dengan si kembar. mungkin saja istimewa.
ya,mau apa lagi, puaskan saja untuk terisak.
rasanya asin kan? setaun atau dua taun mungkin akan terbiasa dengan rasanya.
ayo kelinci putih, jangan berhenti bernyanyi dan menari, terus saja,
agar Tuhan tersenyum melihatmu,
percaya saja bahwa penghuni semesta tidak menjadi buta.
tenanglah...
tenang...
sudah...
sudahlah...
22.5.09
begitupun.
Ia takkan hilang selamanya,
tapi, kalau kamu mau, Ia bisa hilang tuk sementara...
Panaskan saja,
maka, lama kelamaan, Ia akan mendidih terus...terus...
BUM! jadilah Ia uap air.
atau
Dinginkan saja,
maka, lama kelamaan, Ia akan membeku terus...terus...
BUM! jadilah Ia es batu.
Tapi, seperti yang saya bilang,
itu hanya untuk sementara.
Apa yang bisa mengembalikannya jadi Air?
KEHANGATAN.
hangat...hangat...hangat...
sinar matahari, atau cahaya.
dari uap air, Ia akan berubah menjadi embun, lalu menetas menjadi titik-titik air.
atau
dari es batu, Ia akan meleleh,
maka Ia akan menjadi air kembali...
mengalir...






