Tampilkan postingan dengan label kotak pandora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kotak pandora. Tampilkan semua postingan

28.9.14

Cuma "Kebetulan"


"Jika kebetulan terlalu banyak, 
apakah kamu percaya bahwa itu tidak bermakna?" 
-Ayu Utami-


Apakah kamu percaya akan sebuah kebetulan? Aku tidak. 
Tidak ada di dunia ini yang namanya kebetulan. 
Karena segalah hal yang terjadi di semesta ini, sudah tertulis dan tercatat. Begitu katamu.

Begitupun ketika aku menuliskan ini untukmu.

Hari itu cerah.
Aku sedang menikmati santap siangku dengan lahap.
Grill chicken dengan blackpepper sauce. Menu Favoritku di kafe itu. 
Lamat-lamat terdengar nada yang tidak asing di telingaku.
Ah lagu itu. Lagu lama yang telah di-remake oleh penyanyi masa kini. Lagu yang pernah kuberikan padamu saat senja itu. Beberapa tahun yang lalu...

Senja itu...
Menunggangi kendaraan tahun 86 kita bercengkrama, Aku bersenandung kecil dibelakang punggungmu. Aku tahu kamu tidak menyukai lagu itu. 
"Miris." katamu. 
"Lagu itu untukmu, tau!" ucapku dengan cuek.
Tidak lama, kita berteduh di sebuah mesjid di pinggiran kota. 
Ini adalah waktu yang tepat. pikirku.

"Simpan ya!" kataku. 
Aku serahkan sebuah buku teks berwarna hijau. Buku yang mewakili rasaku padamu saat itu. Kutuliskan sebuah ucapan dengan diakhiri s.e.m.e.s.t.a.
Kamu tersenyum dan berterima kasih. 

Senja itu... 
Ah, apa kabar ya orang itu. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dan mendengar kabarnya. Jadi teringat.

Lagu di kafe itu masih berputar ditelingaku. 
Belum lama berselang, ponselku berbunyi. Aku terkaget dengan nama yang tertera di layar. "s.e.m.e.s.t.a" 
Masih dengan perasaan campur aduk aku mengangkatnya. Ada suara yang tidak asing yang sudah lama tidak kudengar. Suara yang terdengar sama persis pada saat senja itu.

Kamu, yang katanya ingin mengunjungiku di hari Minggu :)
Apakah ini pertanda?

PS. Aku masih gemetaran untuk sebuah "kebetulan"

17.6.14

Terima Kasih, ya!

February 24, 2014 at 9:28am


NP: Coldplay - Everything's not lost.

"Home is where my heart is."

Aku terjaga dalam hiruk pikuk kota ini.
Kota yang yang begitu cepat bertumbuh dengan kesibukan lalu lintasnya.

“Waktunya berkemas, kawan.” Begitu katanya.
Dalam hitungan detik, naluriku memahami makna kalimat tersebut. Aku akan pulang menuju rumahku.

Aku mulai berkemas, tidak semua barang aku bawa serta. Beberapa hal, rasanya sudah sewajarnya ada disana dan tidak patut aku bawa pulang.

Disini, aku menunggu angkutan yang akan membawa kami pulang.  Sepuluh menit, tiga puluh menit, satu jam. Penjemput belum tiba juga. Aku begitu sibuk menelepon. “Posisi ada dimana, Pak?”

Ah, akhirnya datang juga. Sebuah angkutan besar muatan 8-10 orang akan membawa kami dengan nyaman.

“Tunggu dulu pak!” aku berkata dengan tiba-tiba. Rupanya adikku belum siap berkemas.
“Aduuhhhh..” keluhku. Dengan berat hati aku berkata, “Silakan pak tinggalkan saja kami. Adikku belum siap berkemas. Kami akan menyusul dengan angkutan umum saja.”

Aku mulai membantu adikku berkemas. Memasukkan barang-barangnya dalam 3 koper. “Banyak sekali barang bawaanmu!”
Setelah selesai membantu adikku berkemas, aku mulai berpikir, akan memakai apa kami untuk pulang?
Salah satu temanku membantuku, ”Aku akan mengirimkan untukmu penjemputnya!” begitu katanya. Ah, terima kasih kawan, engkau memang pengertian sekali.

Penjemput datang. Dia membawa angkutan mewah yang hanya dapat memuat 3-4 orang saja. “Ah, bagus sekali angkutanmu. Tapi rasanya kami semua tidak akan masuk pada angkutanmu. Terima kasih, tapi rasanya tidak adil jika aku harus meninggalkan sebagian yang lain.” Maka akupun mengucapkan perpisahan pada penjemput itu.

Penjemput yang lain datang. Angkutannya hampir sama dengan angkutan yang pertama. Bermuatan 8-10 orang. Tapi sayang, didalamnya sudah banyak penumpang. Rasanya akan sesak jika kami masuk di dalamnya. Aku mengalah. Lagi-lagi hanya mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih, ya.”


-Imajinasi setelah bangun pagi-

Bali, 24 Februari 2014
Sufty Nurahmartiyanti, 

25.7.09

hei, lelaki...
kapan kamu bisa bersungguh-sungguh?

seperti biasanya, susah sekali.

23.7.09

kemana?dimana?

apa yang harus saya lakukan agar kamu mengakuinya?

dan pada akhirnya,
selalu saja
mengingkari...
saya kecewa padamu.
ternyata cuma
.....................
..............
'segitu'


14.7.09

11.7.09

lebih dari begitu..

apa ini berakhir?oke.beri ruang sebentar untuk meruntuhkan semua.setiap kepingan-kepingan pada hati saya.yang pernah saya susun bahkan tanpa saya sadari menjadi sebuah rupa yang istimewa.oke, beri saya ruang untuk kejujuran-kejujuran yang selama ini saya pendam.yang sulit saya resapkan.oke, beri saya ruang sementara untuk dapat menyandarkan apa yang memberatkan pundak saya akhir-akhir ini.oke, beri saya ruang sementara untuk dapat membuka segalanya.berhenti sejenak melihat sekeliling.bahkan sampai detik inipun saya bukan apa-apa.dan tidak pernah menjadi siapa-siapa.hanya mereka-merekalah yang dapat membuatnya terkesan dan tertarik.dan tidak sedikitpun kamu menoleh.

terima kasih banyak atas semuasemuasemua.

segala rasa yang saya dapatkan.

dan satu hal semua menjadi penyesalan karena kejujuran itu saya simpan jauh di dalam.bahkan tidak bisa saya keluarkan.maka jujurlah kalian...

10.7.09

salah iri.

kamu!

jangan pernah merasa iri dan haus akan posisi saya ini. ini bukan sesuatu yang menyenangkan. walaupun ada disisi nya. bila mau, irilah pada ia yang dimuliakannya. maka kamu akan membutuhkan cermin.

4.7.09

menanti kabar...

heyho!semesta! apa kabar dirimu hari ini?
apa kabar bumi?
apa kabar langit?
apa kabar malam?
apa kabar hutan?
maaf, maaf, terlalu banyak pertanyaan yang kuajukan.
karena banyak sekali jawaban yang ingin aku dapatkan.
hihi.
seperti orang yang sudah lama tidak bertemu saja.
padahal aku selalu didekatmu.
aku kangen...
kangen sama sisi lain kepinganmu.
apa yang kamu tahan? apa yang kamu sembunyikan?
muntahkan saja semesta!
aku akan mempersiapkan segala inderaku dengan mantap.
termasuk indera istimewa yang diciptakan jauh tidak terlihat.
sepertinya, sudah lama tidak aku pergunakan.
tapi, kabari aku dulu ya
butuh waktu untuk mempersiapkannya :)

30.6.09

untuknya, dalam mengingat kembali sebuah momen

malam tadi saya putar ulang kembali video yang pernah saya beri.
sebagai pemberian untuk mengingat sebuah momen.
video yang saya buat dengan segala ketidaksempurnaan.
dengan segala kekurangannya yang sengaja saya perlihatkan.
gambarnya tanpa edit sama sekali.
hanya ingin memperlihatkan hasil yang memang sederhana.
walau tak sempurna namun hanya satu-satunya.
dengan perasaan yang juga sederhana.

"selamat!" begitu ucap semesta.

ah, rupanya sudah setahun berlalu.

26.6.09

hanya padaMu


Tuhan, saya hanya percaya padaMu.
segala keluh kesah saya.
segala isi hati saya.
segala harapan saya.
makna air mata saya ini.
makna kata-kata saya yang tersendat ini.

saya percaya, atas segala rencanaMu.
serahkan padaMu.
yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

24.6.09

emosi sunyi2#

membenci dengan sunyi.
mencintai dengan sunyi.
marah dengan sunyi.
bahagia dengan sunyi.
sedih dengan sunyi.
mati dengan sunyi.
hidup dengan sunyi.

tembok es

semakin diserang,
tembok itu menjadi semakin tebal dan kuat.
diri yang didalamnya pun semakin menutup.
di dalam tembok, ada tembok lagi..begitu seterusnya.
hingga kamu, atau siapapun, akan terkecoh, dan sulit memasukinya.
kecuali
................................................................

22.6.09

sang penjaga

aku terjaga pada malam ini.bukan apa-apa,tapi aku merasa seluruh badanku menggigil kedinginan.hingga berlapis-lapis selimutpun tidak bisa dijadikan jalan keluar untuk mengobati rasa dinginku.aku heran.ternyata rasa dingin ini bukan disebabkan oleh udara disekelilingku.pantas saja selimut tidak bisa menghalau dinginnya.karena ia datang dari dalam tubuhku sendiri.mungkin ada yang tidak beres dengan aliran darah ditubuhku.atau jiwaku?entahlah.yang jelas rasanya tubuh ini membutuhkan kehangatan yang lebih saat ini.

sudah satu jam aku mengalami rasa menggigil ini,akupun mulai tertidur karena sudah kelelahan menghadapi rasa dingin yang berasal dari tubuhku sendiri.

aku kembali terjaga sesaat kemudian,apalagi ini?tubuhku mulai merasakan panas...panas sekali.aku gerah.selimut berlapis-lapis yang aku kenakan tadi mulai aku singkirkan.badanku mulai demam.helai demi helai kain yang menutupi tubuhku mulai aku tanggalkan.tapi tetap saja tidak dapat mengobati rasa gerah yang aku rasakan.bukan, bukan karena udara sekelilingku, tapi ini berasal dari tubuhku lagi.rasa panas ini, dan rasa gerah yang aku rasakan berasal dari aliran darahku sendiri.atau jiwaku?entah.

yang jelas aku cukup menderita karena mengalami kondisi yang kontras seperti ini sekaligus.dalam satu malam.akupun mulai tertidur,karena tubuh ini terasa lelah menghadapi kegerahan dari tubuhku sendiri.

aku terbangun dari penderitaanku semalam.aku berfikir sejenak atas apa yang aku alami semalam.aku masih terbaring diatas bidang lembut.aku mencoba menggerakkan tangan kiriku.terasa sangat berat.dan aku menyadari ukurannya sudah tidak normal lagi.ia membesar disalah satu bagian.

ayah,tolong aku.ibu,kenapa tak kunjung datang?suster,dokter!siapapun itu.kamu yang ada disana.lihat aku dan cek keberadaanku.aku sedang tidak baik.

Lalu,seseorang datang,melihat-lihat keberadaanku.menghampiri sisi tubuhku.lalu dia berkata,"ternyata infusmu berhenti mengalir sejak semalam"

oh,rupanya itu! sebab dari penderitaanku semalam yang menyebabkan ketidak normalan dalam tubuhku sehingga menyebabkan tangan kiriku terasa terbuat dari besi.

"saatnya infusmu diganti,ia sudah tidak bisa mengalir lagi. Kalau kamu paksakan, tubuhmu sendiri yang akan lebih menderita."

seseorang itu melepaskan infus yang berada di tangan kiriku."tapi kamu tetap membutuhkan infus sementara ini.karena tubuhmu kekurangan cairan sangat banyak setelah apa yang telah kamu alami kemarin.ini akan sangat terasa sakit.tapi hanya sebentar"

lalu, ia membawa jarum dengan ukuran yang cukup besar.
"untuk dapat melubagi uratmu"begitu katanya.
tanpa tedeng aling-aling,ia memegang tanganku, lalu menancapkan jarum tersebut di bagian urat naditangan kananku.

aku kesakitan.sangat dahsyat.aku berteriak.tapi tidak bersuara.hanya mataku meringis dan mengeluarkan cairan bening.seperti yang seseorang itu katakan.ini hanya sebentar.rasa sakit ini hanya akan aku rasakan sebentar.lalu, dalam sekejap,dia memberikan infus baru untuk tubuhku.di tangan yang baru.dan nafasku perlahan mulai menemukan iramanya.

"biarkan kedua tanganmu beristirahat.biarkan tubuhmu rileks.biarkan jiwamu tenang"dia berbicara padaku sambil tersenyum.

"Anda siapa?"


15.6.09

hujan, kemurnian, dan kelinci kecil.

gambar:search google:hujan:

Hujan membasahi bumi malam ini,
Kelinci putih kecil terbangun dari tidurnya, Telinganya berdiri, begitu mendengar butiran hujan yang menyentuh tanah. 
Rasanya, hujan malam ini sedang sendu. si kelinci kecil lalu bertanya pada hujan, 
"Kenapa malam ini begitu sendu ketika kamu turun?"
Hujan tersenyum, "Aku sedang membantu Ia yang sedang bersedih."
si Kelinci tidak mengerti, lalu hujan berkata,
"Hakikatku adalah untuk membersihkan, dengan bagian jiwaku, aku ingin membersihkan perasaan Ia yang sedang bersedih"
Kelinci putih kecil itu lalu tersenyum, "Perbuatanmu mulia sekali, Ia yang bersedih tentu tidak akan bersedih lagi, apakah Ia yang bersedih adalah sahabatmu?"
Hujan berkata,"Segala hal yang mengisi semesta ini adalah sahabatku, tapi Ia yang sedang sedih memang sangat berharga"
Kelinci putih kecil itu terharu, "Aku juga ingin membantunya. Dengan nyanyian dan tarianku, aku ingin menghiburnya."
"Terima kasih kelinci putih, tentu Ia akan bahagia mendengarnya"
"Kalau boleh tau, siapakah Ia yang sedang bersedih ?"
Sambil memandang bumi, hujan berkata, "Ia rasa cinta, Ia sedang kesulitan mencari kemurniannya"

dan,
dengan tubuhnya yang seputih salju, si kelinci kecil menari dan bernyanyi bersama hujan yang sedang turun malam ini untuk menghibur Ia yang MURNI...

"semoga kamu bahagia..."bisik kelinci putih kecil itu.

1.6.09

jatuh cinta sama ini.




saya.


pengen.


banget.


ini.

kerumitan sederhana,,,

jam 2 malem begini, mungkin sebagian besar dari kalian, tertidur dengan pulas. atau bermimpi indah dengan senyum yang tersungging. mungkin saya adalah sekelumit orang yang sulit tidur ketika masa-masa begini.

sungguh , saya tidak ingin mengganggu, saya sedang mencari-cari tulisan yang saya buat dua eh tiga hari yang lalu. tentunya, seperti sahabat saya bilang, dengan proses rumit, tapi malah mengjasilkan yang sederhana, tak apa. saya cukup senag bermain-main dengan hal tersebut. kalau begitu, mari saya aduk-aduk dulu buah pikiran saya yang tertulis kemarin.

Mana? mana? sebentar... sabar.. tidak usah dibawa terlalu serius... untuk tulisan ini pun begitu...

***

tidak, tentu tidak serumit itu.

perasaan ini sebenarnya bersifat sederhana. Ia tumbuh atas karunia dan anugrah dari Tuhan. Tapi kadang manusia membawa semua ini menjadi rumit, ketika Ia bercampur dengan emosi dan pikiran. emosi manusia yang membuat perasaan tersebut tidak menjadi murni lagi. dan pikiran manusia yang membuatnya menjadi serba berlebihan. hingga akhirnya menjadikan perasaan tersebut menjadi tinggi hati dan keliru. dan muncul pihak yang merasa tersakiti.

padahal tidak serumit itu. berfikirlah secara jernih. manusia hanya membutuhkan untuk menengok sedikit lebih dalam ke dalam hatinya. apa kabar Ia disana? tentunya Ia ingin segera keluar dengan pesona kejernihannya dan ketulusannya. ketika jiwamu terasa lapang dan lagi tentram. kamu akan merasakan kenikmatannya dalam mengalami perasaan tersebut. hatimu dan hatinya hanya perlu berbicara satu sama lain dengan pikiran dan emosi yang lagi jernih. tenang... tentram...

Ia begitu sederhana dan lapang. seperti ketika kita mencoba untuk menutup mata dan merasakan kehadiran langit jernih yang begitu luas terbentang di sekeliling kita.

Pilihan yang terbentang dihadapan kita ketika anugrah tersebut diturunkanNya, tentu menjadi titik rupa dari visual perasaan tersebut. Entah memilih untuk menyiraminya hingga Ia tumbuh menjadi subur, atau membiarkannya hingga Ia lama kelamaan layu dan mati.

Itulah. Setiap manusia mempunyai bunga keindahannya masing-masing. jauh di dalam hati. Ia tumbuh dengan murni dan sejuk. Jangan terkecoh dengan bunga-bunga yang tumbuh hanya dipermukaan hati saja. Ia bisa saja menipu dengan keindahannya. ayolah, coba tutup mata, dan rasakan jauh kedalam hati. apa rasa ini harus kita campur dengan segala elemen-elemen yang dapat merusak kemurniannya?

kenapa kita tidak mencoba untuk menyederhanakan saja? karena, Ia tumbuh begitu sederhana dan rendah hati.

cukup dengan ucapan sederhana yang muncul dari dalam hati yang terdalam, dekat dengan nurani.

"Aku cinta kamu"
"Aku juga"
"kalau begitu, ayo kita jalan bersama"
=)

lalu, apa yang harus ditakutkan?


mari bergandeng tangan...



27.5.09

bicaralah...


ayo...
kapan ya kita bisa bicara dari hati ke hati?
ketika batasan ruang hilang sementara,
antara Aku dan Kamu.
untuk berbagi rasa dan melepas keluh kesah selama ini.

kenapa kata Kita terkesan mahal ya?
adakah waktu yang tepat untuk itu?

23.5.09

domba,ayo tidur.sudah malam


untung air tidak bisa menangis.
hanya nasi yang menangis bila tidak dimakan.

dan hanya yang punya mata saja yang bisa menangis.

domba juga pasti bisa menangis.

walaupun bulunya lebih lebat,
tapi sama-sama domba.
sama-sama bertanduk, sama-sama disembelih. yang satu diberi dua rangkaian kata.
yang satunya malah tidak tersentuh oleh kata apapun.
mungkin dagingnya hanya sedikit dan kurang enak.

si sapi malah diberi ketika penghujung waktunya hampir habis,
lain dengan si kembar. mungkin saja istimewa.
ya,mau apa lagi, puaskan saja untuk terisak.
rasanya asin kan?
setaun atau dua taun mungkin akan terbiasa dengan rasanya.
ayo kelinci putih, jangan berhenti bernyanyi dan menari, terus saja,
agar Tuhan tersenyum melihatmu,

percaya saja bahwa penghuni semesta tidak menjadi buta.

tenanglah...

tenang...

sudah...

sudahlah...

22.5.09

begitupun.

kamu tau cara menghilangkan air?
Ia takkan hilang selamanya,
tapi, kalau kamu mau, Ia bisa hilang tuk sementara...

Panaskan saja,
maka, lama kelamaan, Ia akan mendidih terus...terus...
BUM! jadilah Ia uap air.
atau
Dinginkan saja,
maka, lama kelamaan, Ia akan membeku terus...terus...
BUM! jadilah Ia es batu.

Tapi, seperti yang saya bilang,
itu hanya untuk sementara.
Apa yang bisa mengembalikannya jadi Air?

KEHANGATAN.
hangat...hangat...hangat...
sinar matahari, atau cahaya.

dari uap air, Ia akan berubah menjadi embun, lalu menetas menjadi titik-titik air.
atau
dari es batu, Ia akan meleleh,
maka Ia akan menjadi air kembali...
mengalir...