
Nak, aku memimpikanmu semalam.
Apa itu pertanda?
Dan kamu memeluknya dengan lembut.
Dia terus terisak.
Masih bersedih tentang keberangkatannya yang tertunda.
Atau karena kamu mejahilinya dengan suara dan senyumanmu di telinga.
Mereka menemukannya sedang terisak di pinggir jalan.
Dia terisak karena sudah hampir putus asa dan marah.
Menanti seseorang yang menjemputnya.
Mereka datang… Tersenyum, dan menyapa.
Lalu dia berlari.
Mencarimu.
Lalu menerjang bahumu.
Dan begitulah alurnya sehingga kamu memeluknya, dengan lembut.
Dia melihat perempuan dengan kuncir di belakang.
Dia melihat para lelaki dengan wajah bertanya-tanya.
Dan dia, masih terus terisak.
Kamu, memegang tangannya,
Sambil seraya, membisikkan lembut,
“Aku sudah datang…”
Dan pipinya, masih terasa basah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar