ketika saya membaca blognya fahd djibran tentang pertanyaan keenam. tentang perjalanan.
saya yang merasa menjalani semuanya seperti air mengalir mungkin kurang menyadari apa saja yang akan di muara sungai yang saya aliri. Entah itu buntu, atau melepas begitu saja pada samudra.
mungkin terasa sangat sepele ketika muncul sebuah pertanyaan, apa posisi saya dalam semesta ini? karena tetap saja jauh dalam lubuk hati saya, ada ketakutan dalam terbentur batu-batu sungai yang besar. saya dengan segala kehidupan saya.
dengan syair lagu iwan fals yang berjudul mata hati... lalu ia bercerita.
dalam kusendiri
coba kumengerti
perjalanan ini tak terasa
di sini
aku di sampingmumatahari yang berangkat pulang
begitu pasti
yang tak kumengerti
masih saja terasa sepi
tinggal jingga tersisa di jiwa
bintang-bintang menyimpan kenangan
kita diam tak bisa bicara
hanya mata
hanya hati
hanya Kamu
hanya aku
ternyata saya sadari, aliran saya tidak mengalir...kini ia tersendat-sendat.
apa mungkin seperti teman saya bilang, "suf, kamu itu seperti berjalan di atas ramp"
menanjak...dan terus menanjak...tanpa ada sesuatu yang datar.
untuk mencapainya saya harus kuat menahan beban diri saya dalam menghadapi tanjakan yang saya sendiri tidak tau bagaimana ujungnya.
ah sudahlah...kepala saya makin pening. karena saya sendiri masih diam di sini. memperhatikan dan memperhatikan saja terus. dan menjadi penonton. saya saja yang bodoh, tidak segera menepi untuk melihat bagaimana cara orang lain mengalir.
padahal Tuhan mungkin telah memberi jawaban, tentang permohonan yang saya ajukan tiap malam saya,
harusnya saya sendiri sadar dan tidak menjadi angkuh.
ya, mungkin ia pantas untukmu, selamat teman. mungkin kamu akan segera menemukan apa yang kamu cari selama ini...saya akan terbang saja. bukan tubuh saya. tapi rasa saya. karena ia tidak memerlukan sepasang sayap tapi hanya keikhlasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar