7.10.10

Kesekian Lamanya

Lagi-lagi begini.
Ini sudah malam kesekian kalinya.
Aku masih terperangkap dengan teks-teks yang berjajar di depan mataku dan dalam otakku.
Tak pernah berkembang. Tak pernah berlanjut.

Lagi-lagi begini.
Ini sudah pertemuan kesekian kalinya.
Aku selalu terperangkap dengan kediaman antara waktu dan dirimu.
Tak pernah berkembang. Tak pernah berlanjut.

Lagi-lagi begini.
Ini sudah cerita kesekian kalinya.
Aku lagi terperangkap dengan alur rasa dalam lubang hitam pekat tak berdasar.
Tak pernah berkembang. Tak pernah berlanjut.

Lagi-lagi begini.
Ini sudah penantian kesekian kalinya.
Aku kembali terperangkap dengan asa panjang tanpa batas.
Tak pernah berkembang. Tak pernah berlanjut.

Lagi-lagi begini.
Kesekian kalinya.
Terperangkap.
Tak berkembang.
Tak berlanjut.

Tidak ada komentar: