Judul itu saya ambil dari potongan dialog serial korea
terakhir yang saya tonton. “Emergency Couple” judulnya.
Bukan. Saya bukan salah
satu fan yang selalu update drama korea. Ceritanya waktu itu,
saya sedang mampir ke kosan seorang teman. Kebetulan dia sedang menonton
episode pertama serial tersebut. Otomatis, saya pun nebeng nonton juga. Baru setengah episode, teman saya tiba-tiba
harus pergi, sehingga acara nonton bareng pun harus disudahi. Setengah penasaran sama serialnya, akhirnya saya cari-cari
di internet. Yes, nemu juga! Hehe..
Seperti drama korea lainnya, yang suka bikin ketawa,-ketawa sendiri, senyum-senyum sendiri, malu-malu
sendiri, dan sedih sendiri, serial ini pun begitu. Cukup menghibur dikala saya
sedang gentayangan di pulau orang (red-Bali-). Tapi berkat serial ini, akhirnya
saya jadi penasaran juga sama yang namanya Song Ji Hyo, Prestasi loh, saya bisa ingat namanya. Buat
pemain yang lain, jangan tanya. Dari kecil, saya adalah tipe orang yang agak
kesulitan untuk mengingat nama orang, nama tempat, judul film, nama benda.,
dsb. Makanya nilai sejarah saya jeblok sewaktu SD. Hehe.. Hapalan adalah salah
satu kelemahan saya. Dulu itu, mending
dikasih soal matematika deh ketimbang
soal sejarah. Tapi ajaibnya, saya masuk kelas IPS, loh. Hehe..
Anyway, Song Ji
Hyo itu sendiri saya ingat gara-gara acara Running Man, acara paling hits
sejagat per-korea-an. Ajaib banget emang itu acara. Jago deh, kalau engga bikin senyum, ya bikin ketawa ngakak. Super jenius
bisa buat acara sekreatif itu.
Balik lagi ke serial “Emergency Couple”, serial ini bercerita tentang pasangan yang
menikah muda, lalu bercerai. Dan setelah berpisah selama 6 tahun, mereka
dipertemukan kembali dalam satu tempat kerja yang sama. Yakni, sama-sama jadi
dokter praktek di salah satu rumah sakit yang sama, divisi emergency room.
Apa rasanya coba, bertemu lagi sama seseorang yang pernah
menjadi bagian paling penting di hidup kita.
Dan menjadi asing lagi seketika.
Walau berusaha dihapuspun, otak kita dengan baik hatinya ini menyimpan semua
histori yang pernah terjadi. Dia bukan hardisk yang tiba-tiba hang lalu harus
diformat ulang dan voila, menjadi
bersih kembali kan? Walaupun dikubur dan disimpan rapat, si memori itu tetap
ada di simpan, dalam otak kita entah dimana pun tempatnya. Begitu bersinggungan
kembali walau dengan clue yang paling
minim-pun, password-nya otomatis
terbuka. Klik. Super canggih!
Ah ya, tapi tenang saja, kalau sudah melaju alias move on dan nerimo, si memori itu hanya membangkitkan ingatan
saja. Rasa bisa saja beradaptasi. Seperti, rasa sakit yang pernah dialami, bisa
saja berubah dengan rasa manis yang membuat kita tertawa di kemudian hari. Ya,
kan? Yakin deh. Salah satu teman saya
pernah bekata, “Dua atau tiga tahun lagi, kita akan menertawakan diri kita saat
ini.”True! Sangat kejadian pas saya
baca-baca ulang tulisan-tulisan saya jaman dulu, atau status-status facebook
saya saat 2-3 tahun yang lalu. Ah, jadi malu! Hihi… Abaikan.
Nah, seperti dalam serial emergency couple, jika ada
pertanyaan dari judul tulisan ini muncul, saya ingin keduanya. Tapi, jika harus
memilih, mungkin saya pun akan menjawab sama seperti si tokoh lelakinya.
“Why do bird, suddenly appear, everytime, you are near.
Just like me, they want to be, close to you…”
Tapi, rasa deg-degan kadang juga bikin mati kutu nih.
PS.
Walaupun si tokoh lelaki ini menjawab “someone who makes him
flutter.” Tapi, pada akhirnya dia end up
juga dengan “someone familiar.” Nah, loh! Who
knows!

1 komentar:
mmmhhhh...bisa jadi...udah berputar-putar, malah ketemunya disitu lagi yah :p
Posting Komentar