Tampilkan postingan dengan label "apapun itu". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "apapun itu". Tampilkan semua postingan

19.6.14

“Someone who makes your heart flutter or someone familiar?”

Judul itu saya ambil dari potongan dialog serial korea terakhir yang saya tonton. “Emergency Couple” judulnya.

Bukan. Saya bukan salah satu fan yang selalu update drama korea. Ceritanya waktu itu, saya sedang mampir ke kosan seorang teman. Kebetulan dia sedang menonton episode pertama serial tersebut. Otomatis, saya pun nebeng nonton juga. Baru setengah episode, teman saya tiba-tiba harus pergi, sehingga acara nonton bareng pun harus disudahi. Setengah penasaran sama serialnya, akhirnya saya cari-cari di internet. Yes, nemu juga! Hehe..

Seperti drama korea lainnya, yang suka bikin ketawa,-ketawa sendiri, senyum-senyum sendiri, malu-malu sendiri, dan sedih sendiri, serial ini pun begitu. Cukup menghibur dikala saya sedang gentayangan di pulau orang (red-Bali-). Tapi berkat serial ini, akhirnya saya jadi penasaran juga sama yang namanya Song Ji Hyo, Prestasi loh, saya bisa ingat namanya. Buat pemain yang lain, jangan tanya. Dari kecil, saya adalah tipe orang yang agak kesulitan untuk mengingat nama orang, nama tempat, judul film, nama benda., dsb. Makanya nilai sejarah saya jeblok sewaktu SD. Hehe.. Hapalan adalah salah satu kelemahan saya. Dulu itu, mending dikasih soal matematika deh ketimbang soal sejarah. Tapi ajaibnya, saya masuk kelas IPS, loh. Hehe..

Anyway, Song Ji Hyo itu sendiri saya ingat gara-gara acara Running Man, acara paling hits sejagat per-korea-an. Ajaib banget emang itu acara. Jago deh, kalau engga bikin senyum, ya bikin ketawa ngakak. Super jenius bisa buat acara sekreatif itu.

Balik lagi ke serial “Emergency Couple”, serial ini bercerita tentang pasangan yang menikah muda, lalu bercerai. Dan setelah berpisah selama 6 tahun, mereka dipertemukan kembali dalam satu tempat kerja yang sama. Yakni, sama-sama jadi dokter praktek di salah satu rumah sakit yang sama, divisi emergency room.

Apa rasanya coba, bertemu lagi sama seseorang yang pernah menjadi bagian paling penting di hidup kita. 
Dan menjadi asing lagi seketika. Walau berusaha dihapuspun, otak kita dengan baik hatinya ini menyimpan semua histori yang pernah terjadi. Dia bukan hardisk yang tiba-tiba hang lalu harus diformat ulang dan voila, menjadi bersih kembali kan? Walaupun dikubur dan disimpan rapat, si memori itu tetap ada di simpan, dalam otak kita entah dimana pun tempatnya. Begitu bersinggungan kembali walau dengan clue yang paling minim-pun, password-nya otomatis terbuka. Klik. Super canggih!

Ah ya, tapi tenang saja, kalau sudah melaju alias move on dan nerimo,  si memori itu hanya membangkitkan ingatan saja. Rasa bisa saja beradaptasi. Seperti, rasa sakit yang pernah dialami, bisa saja berubah dengan rasa manis yang membuat kita tertawa di kemudian hari. Ya, kan? Yakin deh. Salah satu teman saya pernah bekata, “Dua atau tiga tahun lagi, kita akan menertawakan diri kita saat ini.”True! Sangat kejadian pas saya baca-baca ulang tulisan-tulisan saya jaman dulu, atau status-status facebook saya saat 2-3 tahun yang lalu. Ah, jadi malu! Hihi… Abaikan.

Nah, seperti dalam serial emergency couple, jika ada pertanyaan dari judul tulisan ini muncul, saya ingin keduanya. Tapi, jika harus memilih, mungkin saya pun akan menjawab sama seperti si tokoh lelakinya.


“Why do bird, suddenly appear, everytime, you are near. Just like me, they want to be, close to you…”
Tapi, rasa deg-degan kadang juga bikin mati kutu nih.

PS.
Walaupun si tokoh lelaki ini menjawab “someone who makes him flutter.” Tapi, pada akhirnya dia end up juga dengan “someone familiar.” Nah, loh! Who knows!

17.6.14

Terima Kasih, ya!

February 24, 2014 at 9:28am


NP: Coldplay - Everything's not lost.

"Home is where my heart is."

Aku terjaga dalam hiruk pikuk kota ini.
Kota yang yang begitu cepat bertumbuh dengan kesibukan lalu lintasnya.

“Waktunya berkemas, kawan.” Begitu katanya.
Dalam hitungan detik, naluriku memahami makna kalimat tersebut. Aku akan pulang menuju rumahku.

Aku mulai berkemas, tidak semua barang aku bawa serta. Beberapa hal, rasanya sudah sewajarnya ada disana dan tidak patut aku bawa pulang.

Disini, aku menunggu angkutan yang akan membawa kami pulang.  Sepuluh menit, tiga puluh menit, satu jam. Penjemput belum tiba juga. Aku begitu sibuk menelepon. “Posisi ada dimana, Pak?”

Ah, akhirnya datang juga. Sebuah angkutan besar muatan 8-10 orang akan membawa kami dengan nyaman.

“Tunggu dulu pak!” aku berkata dengan tiba-tiba. Rupanya adikku belum siap berkemas.
“Aduuhhhh..” keluhku. Dengan berat hati aku berkata, “Silakan pak tinggalkan saja kami. Adikku belum siap berkemas. Kami akan menyusul dengan angkutan umum saja.”

Aku mulai membantu adikku berkemas. Memasukkan barang-barangnya dalam 3 koper. “Banyak sekali barang bawaanmu!”
Setelah selesai membantu adikku berkemas, aku mulai berpikir, akan memakai apa kami untuk pulang?
Salah satu temanku membantuku, ”Aku akan mengirimkan untukmu penjemputnya!” begitu katanya. Ah, terima kasih kawan, engkau memang pengertian sekali.

Penjemput datang. Dia membawa angkutan mewah yang hanya dapat memuat 3-4 orang saja. “Ah, bagus sekali angkutanmu. Tapi rasanya kami semua tidak akan masuk pada angkutanmu. Terima kasih, tapi rasanya tidak adil jika aku harus meninggalkan sebagian yang lain.” Maka akupun mengucapkan perpisahan pada penjemput itu.

Penjemput yang lain datang. Angkutannya hampir sama dengan angkutan yang pertama. Bermuatan 8-10 orang. Tapi sayang, didalamnya sudah banyak penumpang. Rasanya akan sesak jika kami masuk di dalamnya. Aku mengalah. Lagi-lagi hanya mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih, ya.”


-Imajinasi setelah bangun pagi-

Bali, 24 Februari 2014
Sufty Nurahmartiyanti, 

Manusia Lingkar Luar

February 24, 2014 at 9:54am


....

Seperti penonton pertandingan sepak bola yang berada di antara begitu banyak penonton yang riuh redam karena pertandingan. Dia hanya menonton. Memperhatikan. Tak pernah ia tahu bagaimana rasanya dalam pertandingan itu sendiri.

Ia yang mengabaikan fungisnya sebagai dirinya. Larut dalam lingkaran luar.
Mencoba meredam segala hasrat agar tetap di batasan yang paling luar.
Seperti ada jarak antara ia dan realitas.
Aman dalam zona nyaman.


“Aku akan diam di atas sana, sementara kalian berperang.”


Penakut?!
Pengecut?!


Bali, 20 Februari 2014.
Sufty Nurahmartiyanti.

Inti Dasawarsa

November 6, 2013 at 12:08pm


... Seperti Rubik.
Setiap sudut sisinya dapat berubah, bergerak gerak, berganti, mencari kombinasi...

Tapi ada satu yang pasti...
dari sebuah inti...
tidak berubah, tidak bergerak, tidak berganti, tidak mencari-cari...
tetap sama isi dan hakiki.

-selama satu dasawarsa-


Bandung, 6 November 2013.
Sufty Nurahmartiyanti. 

Adu Batu

December 10, 2013 at 3:05am

Batu satu, batu dua, batu tiga, batu empat
Empat batu sedang merapat
Berdebat siapa yang paling hebat
Diantara empat dalam sabuah jagat
Batu satu merasa kuat
Batu dua merasa tanpa sekat
Batu tiga merasa keramat
Batu empat merasa dahsyat

Batu beradu batu
Tanpa tau siapa yang mengadu
Namanya juga batu
Tidak ingin diberi tahu

DASAR BATU!

Tanpa kalian tahu
Ini batu ada selalu
di dalam setiap satu

-semoga cepat berlalu-


10 Desember 2013,
Sufty Nurahmartiyanti 

22.12.09

Permohonan Padang Semesta


Kaki gadis kecil gemetaran… tak kuat menopang tubuhnya yang mulai berontak. Tangannya mencengkeram bagian dada baju bocah semesta. Kepalanya tertunduk menyembunyikan air yang keluar dari pelupuk matanya.

“kamu kejam…” geram gadis kecil. “kejam sebesar semesta…” suaranya tergetar. Lirih. Tanda ia kelelahan.

Bocah semesta hanya terdiam dan memandang tubuh gadis kecil yang tergetar.

“kamu jahaaaat…” gadis kecil itu mulai merengek dan berteriak tangannya masih mencengkeram. Kepalanya jatuh bersandar pada dada bocah semesta itu… tangannya masih mencengkeram bajunya yang mulai basah dan kusut.

“maafkan aku gadis kecil…” sahut si bocah.

“huuuhuuuhuu…a-a-aku pikir… huks, kaamuu tidak sama dengan anak-anak laiiin, huks, aku pikir mimpiku d-dan kamu samaa, huks, a-aku pikir kita akan bersama-samaaa… huks, aku pikir, kamu tidak akan meninggalkanku seperti mereka…” gadis kecil itu merengek. Air mata yang mengalir merembes pada baju bocah semesta.

“tidak bisa seperti itu terus gadis kecil… “

“aku sediiihh,,,kita tidak bisa terus mendengar obrolan pohon setiap pagi bersama… kita tidak bisa terus bernyanyi dan berdongeng setiap malam. Kita tidak bisa terus menikmati bunyi jangkrik bersama-sama lagi…”

“kamu bisa menikmatinya tanpaku, gadis kecil…”

“ta-tapi itu tidak akan bisa menjadi indaaaaaahhh… kalau tanpa kamuuu… :(”

“maaf gadis kecil, semesta memanggilku untuk menjaga yang lain… aku harus memastikan bahwa tumbuhnya dapat melewati garis peniruan…”

“kamu akan meninggalkanku disini sendiriaaaannnn… di padang rumput ini… payungku diterbangkan angin tornado yang ditinggalkan naga, topi jeramiku, bolong-bolong dipatuki burung pelatuk… dan aku tidak bisa lagi berteduh di balik tubuhmu… :(”

“jangan menangis gadis kecil, aku tahu kamu pasti kuat… bila aku terus berada disisimu, kamu tidak akan bisa jadi penerusku untuk meraih mimpi… dan aku pasti akan membuatmu selalu bersedih…”

“Huhuhuuuuuuu… Jangan tinggalkan akuuu… aku mohon pada semesta, agar aku dan kamu dapat bersama-sama mewujudkan impian semesta yang hebat... dan menjadi teman bermain sepanjang waktu kita...” isak gadis kecil. Namun, kakinya sudah tak kuat menopang tubuhnya. Hingga akhirnya ia terhempas pada dada bocah semesta dengan pipi yang masih basah dan mata terpejam.

***

Dalam pejam, ingatannya menuju pada sebuah senyum bocah semesta. dan gadis kecil berbisik, "namaku AYAKA".

Karena hanya pada bocah semesta ia mengenalkan namanya.

16.12.09

teka teki takdir

"bu, minta doanya ya bu, untuk pendamping anakmu, nanti"
(ini perasaan desperate seorang perempuan yang sudah tingkat akhir dan cintanya bertepuk sebelah tangan)
"tanpa kamu minta juga selalu ibu doakan..."
"doa apa bu?"
"ya, Allah, kabuklkanlah segala cita-cita dan impian anak saya, termasuk pendamping yang kamu dapatkan"
"pendamping yang kayak gimana ya bu?"
"pokoknya mah yang nyaah (sayang), bageur (baik), bener, pinter, yang terakhir, beunghar (kaya)"
"tapi kalo yang terakhir mah bisa ditiadakan, karena bisa dicari dengan kepintaran"
"kalo ditambahin sama "hebat" bu?"
"kamu mau hebat tapi gak bener?"
"ha?maksudnya bu?"
"yaaaa, hebat sih, tapi gak bener, suka selingkuh, ato poligami... itu kan gak bener"
"hmmm..... gak mau sih... (terus saya inget sama satu orang) "
"kamu mau kalo hebat terus bodo??"
"hmmm...... gak... (untuk hebat, harus pintar bu..)"
"kamu mau kalo hebat suka nyiksa??"
"tapi saya pengen tetep ada hebatnya bu... keren.... tapi nyaah... bener... pinter.. ada gak ya bu?"

dan Tuhan memberi saya jawaban, lewat pertemuan saya dengan dia, kemarin pagi...
terima kasih untuk hari yang dahsyat dan menakjubkan, Tuhan :)
dan saya mulai bermain teka-tekinya.

14.12.09

"mengalihkan diri" dari semesta

andai untuk mengalihkan diri memang dapat sekejap sambil lalu mengalihkan rasa.
mengalihkan diri dari kenangan baik dan kenangan yang pantas untuk dikenang.
bagimu tentu semudah mengalihkan semesta pada perjalanan anak-anaknya yang lain.
"perpisahan yang baik-baik saja" akan sebuah jalan yang sudah berlainan arah.
tentu syair-syair itu memang kau tujukan untuk perjalanan kita.
pandangan dan kepercayaan pada sebuah perjalanan masa lalu.
bagimu itu mungkin sudah menjadi masa lalu dan akan menjadi mati suri.
dan membuatku harus menjadikan hal tersebut menjadi masa lalu juga untuk perjalananku.
tentang semestaku yang sedikit kau usik lewat perjalanan dan obrolan tingkat dewa.
bahwa kita pernah menjadi abadi walaupun sesaat dan meramu karunia sang Pencipta.
andai mengalihkan diri semudah apa yang kamu lakukan atas perjalanan ini.
andai mengalihkan diri dapat sekejap dapat menghapuskan memori-memori yang sudah terpatri.
mungkin aku tidak akan berada disini, di sampingmu, melepaskan lelah dan menuntaskan pekerjaan ini.
andai mengalihkan diri dapat semudah membeli buku baru tanpa harus membuka dan membaca buku lama.
andai mengalihkan diri dapat semudah yang saya kira.
mungkin semua akan baik-baik saja seperti yang kamu perdengarkan pada sebuah lagu.

semestaku dan penghuninya kini sedang menuntut kebebasannya,
demi rasa, hasrat, dan perjalanan baru dengan anak-anaknya yang lain,
saya hanya bisa merenung tentang perubahan cuaca semesta yang begitu cepat,
andai "mengalihkan diri" dapat semudah itu.
tentu aku akan dapat bersembunyi dari lipatan-lipatan semesta yang begitu hebat.
rasa kecewa yang mungkin tak pernah dapat mempengaruhi perjalanan semestamu yang lain.
andai mengalihkan diri dapat semudah itu.
mungkin aku tidak akan pernah merasa bahwa sekarang semesta begitu hampa dan kosong.
jangankan untuk bersembunyi,
memangnya siapa yang mau menemukan tempat persembunyianku?

dan aku tertunduk pada Dia yang selalu menjagaku.
karena telah berpikir seperti ini.
Maaf, Tuhan.
Engkaulah pemilik semestaku,
milikMu kuserahkan padaMu.
semesta dan semua penghuninya.
Tapi jangan biarkan hamba merasa begitu sendiri di semestaMu yang begitu luas ini.
agar h
amba tidak cepat rapuh, untuk dapat menyelami dan menemukan hal-hal baru dalam semestaMu.
terima kasih atas penjagaanMu selama ini.

13.12.09

tidak melihat bukan berarti buta.

udah seminggu.
aaaaaahhhhhh.
tidur saya makin aneh.
rasa dan kepekaan saya mengikuti.

bertahan bukan berarti tinggal.
pergi bukan berarti benci.
memudar bukan berarti hilang.
bersama bukan berarti dekat.
kuat bukan berarti hebat.
mengalah bukan berarti menyerah.
kecewa bukan berarti musuh.
bijak bukan berarti diinjak.
baik bukan berarti bahagia.
tinggal bukan berarti diam.
tawa bukan berarti menang.
diam bukan berarti menerima.
menghindar bukan berarti pengecut.
marah bukan berarti hancur.
dingin bukan berarti tidak peduli.
ikhlas bukan berarti melupakan.
...
buta, bukan berarti tidak merasa.

sepakat!


*merasa takjub sekaligus aneh dengan perempuan yang mau di poligami.


kayaknya engga deh. -_-"
kalau kata sahabat perempuan saya...
"bisa mati cepet kayaknya"
hmmm...
"hanya ingin dicintai secara eksklusif", katanya.

22.11.09

20 menuju 21


berlatar belakang putih, sebatang pohon gagah berdiri tegak.
dengan perlahan kamu menghampiri pohon itu lalu memetik dua.
satu ditangan kananmu satu di tangan kirimu.
kamu menoleh.
lalu berjalan ke arahku.
masih dengan latar belakang putih dan pohon yang berdiri tegak
kamu menghampiriku.
tangan kirimu menjulur.
"ini..."
aku menatapmu serta pemberianmu itu.
berwarna jingga...



terima kasih...
itu yang membuatku ceria hari ini dan berani menemui serta menceritakan hal ini hanya padamu.
dengan tersenyum :D

18.11.09

karena hembusanmu kencang sekali

Pagi ini dinginnnnn...
semalam habis hujan. dan aku yakin, para penari pasti merayakannya semalam. penari yang menari atas rasa syukurnya atas semesta pada Tuhannya.

seperti pagi sebelumnya, pagi ini aku melihat embun bening yang menempel pada pucuk daun semesta. hmm.. ia betah sekali diam disana.

aku bergegas mandi. embun itu masih ada.
aku lalu sarapan. hei, embun itu tetap menunjukkan beningnya padaku.
lantas aku pergi bekerja.

esoknya, pada pagi hariku, aku masih melihat embun di ujung pucuk daun. huh. padahal semalam tidak hujan.
"hei, apa yang kamu lakukan disitu, mbun???"
embun diam saja. masih memperlihatkan beningnya.
"bukannya tadi malam tidak hujan?harusnya bukan disana tempatmu!"teriakku.
dan embun, masih tetap diam...
"huh. kamu mempermainkanku!!!"
lau perlahan...embun itu bergerak dari pucuk seperti menuju tanah, tapi ia tidak jatuh. ia hanya menguap dan menjadi berkas...

15.11.09

berkas di sela ilalang

langkahnya terdengar samar. tap tap tap... ia mengendap-ngendap seperti pencuri di siang bolong. tak usah ia lirik kanan kiri, atau tengok depan belakang. ia bergerak perlahan namun pasti. tahu mana arah yang ditujunya.
lalu ia pasang perangkap banyak sekali. entah setiap sudut atau bisa juga bertebaran dengan acak. sehingga kita harus jinjit dan berjalan hati-hati sekali. itu bila kita tak mau terkena jebakannya.
tapi manusia, ada saja yang merasa senang dan menikmatinya, walaupun seluruh badannya terjepit oleh perangkap itu. melangkahpun menjadi sulit. ia hanya terdiam di tempat itu. satu tempat. menikmati atas siksaan terhadap diri. sinting.
...trrrrrrrrrrtttttttttt...
gulungan roll berputar meliuk-liuk. memberikan berkas-berkas suatu adegan...
tek..tek..tek..tek..
slide demi slide saling menerobos...
klekklekklekklek...
ada dia yang selalu menciumi barang-barang pemberianmu.
ada dia dengan adegan merekam dirimu ketika sedang berjalan turun tangga.
ada dia sedang berbicara beberapa patah kata yang membuatmu tergetar di atas satu balkon sekolah.
ada dia yang sedang bersamamu ketika bunga berguguran pada suatu taman.
ada dia yang mengirimu lagu-lagu romantis untuk kamu perdengarkan.
ada dia yang membawakanmu sekotak makanan untuk kamu nikmati.
ada dia yang bersamamu bermain pancuran air ketika hujan turun.
ada dia yang menyelimutimu ketika kamu kelelahan dan butuh istirahat.
brrrrrkkkkkkkk...slide bergerak dengan cepat. semakin cepat. kamu sadar kamu sudah masuk perangkap yang ia siapkan di sudut pikiranmu. dan ia diremehkan oleh kamu si pemilik raga.
semakin kamu menghindar, semakin hebatlah si pencuri ingatan itu. pikiranmu dikuasainya! dan itulah puncak kejayaannya. dan akhirnya ragamu mulai bereaksi. mengeluarkan cairan dari bagian kepalamu yang paling lunak yang mendekati otak.
tes...tes...tes...
pipimu basah.
pandanganmu nanar.
nafasmu tertahan.
"kenangan sialan!!!"

gadis kecil


"seekor naga..."
"siapa?"
"kamu..."
"seperti mengejar ekor naga..."
"hmm..."
"hewan utopis"
"...."
"tapi kamu percaya bahwa naga itu ada.."
"hanya aku...?"
"ya,hanya kamu yang percaya..."
aku tersenyum, dan membayangkan sosoknya.
"seperti kupu-kupu..."
"kupu-kupu?"
"ya, kamu seperti kupu-kupu yang mengejar ekor naga"
"haha,kira-kira kupu-kupu itu berwarna apa?hitam?"
"hmm..yap...hitam..."
"hmmm..."
"seekor kupu-kupu yang mengejar ekor naga yang utopis."

ada gadis kecil diseberang gerimis
ditangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan air
dipinggir padang ada pohon dan seekor burung…

9.11.09

14 menuju 15

"ayo, terbang... terbaaaaannnggg!!!!"
aku berteriak seolah kalimat itu adalah mantra yang dapat menyihirnya.
kenapa dia begitu tenang memegang seutas tali itu?
aku saja begitu gemas melihat gerakan layang-layang yang seperti sedang bermain lompat tali.
kmu tertawa dan tersenyum melihat tingkahku yang seperti kelinci.
"tenang, ia akan terbang hanya karena ia mau terbang" begitu katamu.
tugasmu hanyalah memegang seutas tali berwarna merah itu.
dan aku disana hanya bertugas memperhatikan dan menjaga agar si layangan tidak nyangkut dengan tali2 yang lain.
kalau sudah nyangkut, tentunya akan sulit baginya untuk terbang bukan?
perlahan, layangan itu mulai bergerak...
aku sepenuhnya yakin, dengan penglihatanku, bahwa ia bergerak bukan karena digerakkan.
ia bergerak seolah ia sudah yakin bahwa langit luas ini, akan senang untuk menerima kehadirannya.
ia bergerak secara dramatis menuju langit luas. dan aku cukup tertahan melihatnya.
perlahan, layangan belah ketupat itu melipat dirinya sendiri,
lalu membentuk diri menjadi sebuah origami burung kertas...
dan akhirnya ia terlepas dari tali itu dan mengepakkan sayapnya terbang menuju langit luas.
indah...


"ia terbang, karena ia mempunyai jiwa" kamu berkata begitu seolah tahu apa yang akan aku tanyakan :)

26.10.09

Love Song - The Cure

=@ Galeri Kita, 161009, live music and our silence=

whenever i'm alone with you you make me feel
like i am home again whenever i'm alone with
you you make me feel like i am whole again

whenever i'm alone with you you make me feel
like i am young again whenever i'm alone with
you you make me feel like i am fun again


however far away i will always love you however
long i stay i will always love you whatever
words i say i will always love you i will always
love you


whenever i'm alone with you you make me feel
like i am free again whenever i'm alone with
you you make me feel like i am clean again


however far away i will always love you however
long i stay i will always love you whatever
words i say i will always love you i will always
love you

22.10.09

balasan dari tuan angin :)

"Angin ingin minta maaf, dia hanya melihat dirinya terpantul di beningnya embun... terima kasih mbun, karena justru karenamu.. angin bisa melihat kekurangan dirinya dengan lebih jelas. Jelajahilah bumi dan semestanya, karena bumi memang tempatmu bermuara. Angin hanyalah gerakan kecil yang berusaha membelokan arah jatuhmu yang tidak menyadari hukum gravitasi yang terjadi. Semoga kau menemukan tempatmu bermuara di danau yang tenang atau laut yang luas. Sang Pengamat bilang, kau akan menemukan tempat yang tenang bersama Nahkoda yang gemar Berpetualang."


waiting for you captain!! :D
.let's start the adventure.