Rubikku sudah memecahkan teka-tekinya.
Dengan geliat, dalam sunyi.
Rubik sewindu yang dulu merindu.
Sampai dasawarsa, masih berwarna.
Namun ia berlalu pilu.
Bergerak memutar-mutar ruas dengan lihai.
Terbentuk pola yang sempurna.
Memilah, memilih, dengan jernih.
Merah- dengan Merah.
Kuning- dengan Kuning.
Biru- dengan Biru.
Putih- dengan Putih.
Hijau- dengan Hijau.
Pecah...
Leburkan inti yang hakiki.
Menjadi remah melemah.
Lerai...
Luruh...
Bergemuruh...
Bandung, 4 Oktober 2014
Sufty Nurahmartiyanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar