22.10.09

untuk tuan angin

tuan,
jangan menyesal karena telah mengenal embun...
walau embun lebih senang berkelana diantara lipatan daun.
tuan,
engkau hanya datang selewat dan sekejap...
namun bagi embun, engkau penyegar hari-harinya.
tuan,
jangan bersedih ya...
karena embun selalu jatuh ke tanah dan terhisap semestanya.

walau begitu,
embun sangat berterima kasih,
karena engkau menjadikannya sebagai refleksi semestamu.
berkatmu, semestanya terlihat lebih bermakna.
berkatmu, TuhanNya terlihat lebih berkuasa.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Angin ingin minta maaf, dia hanya melihat dirinya terpantul di beningnya embun...

terima kasih mbun, karena justru karenamu.. angin bisa melihat kekurangan dirinya dengan lebih jelas.

Jelajahilah bumi dan semestanya, karena bumi memang tempatmu bermuara. Angin hanyalah gerakan kecil yang berusaha membelokan arah jatuhmu yang tidak menyadari hukum gravitasi yang terjadi.

Semoga kau menemukan tempatmu bermuara di danau yang tenang atau laut yang luas.

Sang Pengamat bilang, kau akan menemukan tempat yang tenang bersama Nahkoda yang gemar Berpetualang.

Sufty Nurahmartiyanti mengatakan...

hey,hey,hey...
halo tuan anonim :)
ah, kamu pasti teman tuan angin.
sampaikan padanya, kalau pesannya telah sampai pada peri embun...