Tampilkan postingan dengan label "manusia". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label "manusia". Tampilkan semua postingan

17.6.14

Terima Kasih, ya!

February 24, 2014 at 9:28am


NP: Coldplay - Everything's not lost.

"Home is where my heart is."

Aku terjaga dalam hiruk pikuk kota ini.
Kota yang yang begitu cepat bertumbuh dengan kesibukan lalu lintasnya.

“Waktunya berkemas, kawan.” Begitu katanya.
Dalam hitungan detik, naluriku memahami makna kalimat tersebut. Aku akan pulang menuju rumahku.

Aku mulai berkemas, tidak semua barang aku bawa serta. Beberapa hal, rasanya sudah sewajarnya ada disana dan tidak patut aku bawa pulang.

Disini, aku menunggu angkutan yang akan membawa kami pulang.  Sepuluh menit, tiga puluh menit, satu jam. Penjemput belum tiba juga. Aku begitu sibuk menelepon. “Posisi ada dimana, Pak?”

Ah, akhirnya datang juga. Sebuah angkutan besar muatan 8-10 orang akan membawa kami dengan nyaman.

“Tunggu dulu pak!” aku berkata dengan tiba-tiba. Rupanya adikku belum siap berkemas.
“Aduuhhhh..” keluhku. Dengan berat hati aku berkata, “Silakan pak tinggalkan saja kami. Adikku belum siap berkemas. Kami akan menyusul dengan angkutan umum saja.”

Aku mulai membantu adikku berkemas. Memasukkan barang-barangnya dalam 3 koper. “Banyak sekali barang bawaanmu!”
Setelah selesai membantu adikku berkemas, aku mulai berpikir, akan memakai apa kami untuk pulang?
Salah satu temanku membantuku, ”Aku akan mengirimkan untukmu penjemputnya!” begitu katanya. Ah, terima kasih kawan, engkau memang pengertian sekali.

Penjemput datang. Dia membawa angkutan mewah yang hanya dapat memuat 3-4 orang saja. “Ah, bagus sekali angkutanmu. Tapi rasanya kami semua tidak akan masuk pada angkutanmu. Terima kasih, tapi rasanya tidak adil jika aku harus meninggalkan sebagian yang lain.” Maka akupun mengucapkan perpisahan pada penjemput itu.

Penjemput yang lain datang. Angkutannya hampir sama dengan angkutan yang pertama. Bermuatan 8-10 orang. Tapi sayang, didalamnya sudah banyak penumpang. Rasanya akan sesak jika kami masuk di dalamnya. Aku mengalah. Lagi-lagi hanya mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih, ya.”


-Imajinasi setelah bangun pagi-

Bali, 24 Februari 2014
Sufty Nurahmartiyanti, 

Manusia Lingkar Luar

February 24, 2014 at 9:54am


....

Seperti penonton pertandingan sepak bola yang berada di antara begitu banyak penonton yang riuh redam karena pertandingan. Dia hanya menonton. Memperhatikan. Tak pernah ia tahu bagaimana rasanya dalam pertandingan itu sendiri.

Ia yang mengabaikan fungisnya sebagai dirinya. Larut dalam lingkaran luar.
Mencoba meredam segala hasrat agar tetap di batasan yang paling luar.
Seperti ada jarak antara ia dan realitas.
Aman dalam zona nyaman.


“Aku akan diam di atas sana, sementara kalian berperang.”


Penakut?!
Pengecut?!


Bali, 20 Februari 2014.
Sufty Nurahmartiyanti.

Inti Dasawarsa

November 6, 2013 at 12:08pm


... Seperti Rubik.
Setiap sudut sisinya dapat berubah, bergerak gerak, berganti, mencari kombinasi...

Tapi ada satu yang pasti...
dari sebuah inti...
tidak berubah, tidak bergerak, tidak berganti, tidak mencari-cari...
tetap sama isi dan hakiki.

-selama satu dasawarsa-


Bandung, 6 November 2013.
Sufty Nurahmartiyanti. 

Adu Batu

December 10, 2013 at 3:05am

Batu satu, batu dua, batu tiga, batu empat
Empat batu sedang merapat
Berdebat siapa yang paling hebat
Diantara empat dalam sabuah jagat
Batu satu merasa kuat
Batu dua merasa tanpa sekat
Batu tiga merasa keramat
Batu empat merasa dahsyat

Batu beradu batu
Tanpa tau siapa yang mengadu
Namanya juga batu
Tidak ingin diberi tahu

DASAR BATU!

Tanpa kalian tahu
Ini batu ada selalu
di dalam setiap satu

-semoga cepat berlalu-


10 Desember 2013,
Sufty Nurahmartiyanti 

13.12.09

tidak melihat bukan berarti buta.

udah seminggu.
aaaaaahhhhhh.
tidur saya makin aneh.
rasa dan kepekaan saya mengikuti.

bertahan bukan berarti tinggal.
pergi bukan berarti benci.
memudar bukan berarti hilang.
bersama bukan berarti dekat.
kuat bukan berarti hebat.
mengalah bukan berarti menyerah.
kecewa bukan berarti musuh.
bijak bukan berarti diinjak.
baik bukan berarti bahagia.
tinggal bukan berarti diam.
tawa bukan berarti menang.
diam bukan berarti menerima.
menghindar bukan berarti pengecut.
marah bukan berarti hancur.
dingin bukan berarti tidak peduli.
ikhlas bukan berarti melupakan.
...
buta, bukan berarti tidak merasa.

22.11.09

20 menuju 21


berlatar belakang putih, sebatang pohon gagah berdiri tegak.
dengan perlahan kamu menghampiri pohon itu lalu memetik dua.
satu ditangan kananmu satu di tangan kirimu.
kamu menoleh.
lalu berjalan ke arahku.
masih dengan latar belakang putih dan pohon yang berdiri tegak
kamu menghampiriku.
tangan kirimu menjulur.
"ini..."
aku menatapmu serta pemberianmu itu.
berwarna jingga...



terima kasih...
itu yang membuatku ceria hari ini dan berani menemui serta menceritakan hal ini hanya padamu.
dengan tersenyum :D

26.10.09

dia kakak yang hebat



semalem, kakak saya bertanya,
"kalau kamu di kasih pilihan untuk memilih karakter seorang teman, kamu mau pilih yang mana?"
"1.orang yang suka mainin perempuan dan gak serius...
2. orang yang pemalas dan suka telat
3. orang yang disiplin, gak pernah mainin cewe, dan tepat waktu..."

saya: "hmmm... untuk teman ya?... hmmm..."
lalu saya pilih salah satunya... dan kakak saya berkata,

"kamu tahu siapa aja dari ketiga orang itu? yang pertama itu, presiden amerika Theodore Roosevelt, yang kedua, perdana mentri Winston Churchil, yang ketiga adalah Adolf Hitler..."

kakak saya berkata lagi,"nilailah seseorang dari sudut pandang lain..."

dan saya berkata dalam hati...
"ya ampun, saya memilih menjadi teman seorang diktator. frik"

22.10.09

balasan dari tuan angin :)

"Angin ingin minta maaf, dia hanya melihat dirinya terpantul di beningnya embun... terima kasih mbun, karena justru karenamu.. angin bisa melihat kekurangan dirinya dengan lebih jelas. Jelajahilah bumi dan semestanya, karena bumi memang tempatmu bermuara. Angin hanyalah gerakan kecil yang berusaha membelokan arah jatuhmu yang tidak menyadari hukum gravitasi yang terjadi. Semoga kau menemukan tempatmu bermuara di danau yang tenang atau laut yang luas. Sang Pengamat bilang, kau akan menemukan tempat yang tenang bersama Nahkoda yang gemar Berpetualang."


waiting for you captain!! :D
.let's start the adventure.


untuk tuan angin

tuan,
jangan menyesal karena telah mengenal embun...
walau embun lebih senang berkelana diantara lipatan daun.
tuan,
engkau hanya datang selewat dan sekejap...
namun bagi embun, engkau penyegar hari-harinya.
tuan,
jangan bersedih ya...
karena embun selalu jatuh ke tanah dan terhisap semestanya.

walau begitu,
embun sangat berterima kasih,
karena engkau menjadikannya sebagai refleksi semestamu.
berkatmu, semestanya terlihat lebih bermakna.
berkatmu, TuhanNya terlihat lebih berkuasa.

bulan sembilan

kenapa terasa begitu rumit?
karena...

seorang pangeran datang,
menaiki seekor panda besar.
lalu meminang sang putri yang sedang menatap sumur, dan bernyanyi-nyanyi.
dia putri??
ya, walau pun tidak secantik putri salju.
dia pangeran?
ya, walau pun tidak menaiki kuda putih.

tapi sayang...
putri tetap bergeming.
menanti di tepi danau.
akan jadinya seperti cerita beauty and the beast?

siapa tahu.

yang pasti semua rumit.
karena aku, kamu, dia, dan mereka, terlalu dekat dan jelas.

20.10.09

caranya?

"keluarlah..."
kamu berkata sebagai tuan rumah.
"baiklah, kalau itu maumu..."
aku menjawab seperti orang asing di rumahmu.
"ayo, keluarlah..."
"keluar?"
"iya, kamu tahu kamu harus keluar"
"iya, aku tahu, ada seribu orang sepertiku yang mau mengisi tempat ini"
"tapi kamu paling hebat diantara mereka"
"sikapmu itu yang menorehkan luka"
"maka dari itu, lebih baik kamu keluar, agar kamu tidak lebih terluka"
"hmmm...."
aku diam.
kamu diam.
"kamu mau keluar?"
itu kamu yang bertanya.
"IYA!!BAGAIMANA AKU BISA KELUAR,
KALAU DARI TADI KAMU MENGHALANGI PINTU ITU!!"

31.8.09

...how dare u are...
say all of the hurt words

just stop playing the game
i'm gone like the wind
just like u've created
just like u want
deal??

stop disturbing

30.8.09

Ramadhan Wish

just want to see
all of you
get the happiness...
specially...



IBU dan AYAH...
wish u happy ever after...
n love each other...

12.7.09

bahagia ke-50!

hari minggu kemarin, saya diajak ibu buat pergi ke sebuah undangan jam 11. padahal semaleman saya belum tidur. mesti meneylesaikan satu naskah yang pending beberapa bulan. naskah yang buat saya bikin mual. tapi mesti diberesin. dan akhirnya beres juga. fiuh. saya memang ga tidur. dan beberapa teman saya pun belum tidur sampe dini hari. jadi kita ngobrol-ngobrol di ym. tiba-tiba ada sms dari salah satu teman saya yang mengungkapkan kesenangannya. tapi tiba-tiba saya jadi nangis malam itu. dan memikirkan semua hal. apa yang terjadi selama ini? dan beberapa teman saya. eh, bukan. mereka sahabat-sahabat saya, yang mau ngobrol sama saya malam itu memberikan banyak advice dan memberikan pandangan. dan saya pun terharu dengan kata-kata mereka. makasih buat laksmi, virly, nana, beni, hega dan letta atas kata-katanya yang hebat serta memberi pilihan-pilihan yang cukup sulit. hehe. makasih juga buat Ugun, yang ngasih secangkir teh hangat beserta selimut dan bantal dan memergoki saya menangis di depan komputer malam itu. heu :) tapi, semua kembali lagi pada saya, dan tentunya Dia. saya masih harus terus berproses ko. 

tapi maafkan saya bu, yang bikin khawatir karena saya cukup lama tertidur diatas kursi. tapi akhirnya kami pergi juga ke undangan itu. walaupun dengan mata bengkak segede tomat. (ah, saya rindu kalimat ini, dulu sering saya ucapkan sama si beruang) dan jreng. JREEEENGGGG... saya sampe ke tempat itu, dan ternyata yang saya salamin itu sepasang suami istri, udah kakek nenek... ternyata mereka ngebuat pesta pernikahan buat ulang tahun pernikahan mereka yang ke-50! betapa bahagianya saya liat mereka. udah berumur 70 lebih. mereka pun pasti merasa bahagia karena masih 'utuh'. dan saya lihat, mereka memang terlihat bahagia. Hari pernikahan ke-50!!! hebat...hebat... saya benar-benar sungguh-sungguh ngucapin mereka selamat. 

bahagianya...kelipatan dari 50 kali....

happy for them!and for me of course!

10.7.09

tidakmainkan.

Tuhan,

apa itu permainan?terdengar seperti sesuatu yang tidak serius.adakah serius dalam bermain?seperti kebosanan.seperti hanya untuk mengisi waktu luang.hmm.ada-ada saja bahasa lisan manusia.

kata kucing.


 "hei kelinci..lebih baik kamu menyerah dan berhenti menari. karena di sana sudah ada yang menari untuknya."

"janganlah takut, selama apa yang kamu lakukan itu bukan sesuatu yang salah, minta kekuatan sama yang punya sumber kekuatan"

4.7.09

dari indera ke-nol.

apa kamu tidak pernah percaya tentang sebuah ketulusan? sini aku perlihatkan.
apa kamu tidak tersentuh sebuah kesungguhan? sini aku perkenalkan.
apa kamu tidak pernah mengenal kejujuran? sini aku perdengarkan.

aku akan memberi tahu melalui cara yang aku tahu.
aku akan memberi tahu mu apa yang menjadi kuncinya.

ssttt...
sebenarnya, semua itu berasal dari satu sumber.
di dalam dirimu yang paling dalam.

27.6.09

meng up grade

selalu saja, pada akhirnya.
saya mengakui.
dengan kata-katamu yang memang benar.

aaaaaahhhhh~~~
kenapa tidak mengerti sih.
bukan itu.

hanya saja. saya sedang terbalik.
mencoba berdiri dengan satu tangan.
eh malah terkilir.
sebel.

yuhuuu~~
saatnya merestart lagi.
udah nge hang nih.
prosesnya terlalu lama.
atau memorinya yang terlalu penuh?
sehingga berjalan sangat lambat?
berarti saya mesti segera meng up grade nya.
biar tidak usah selalu memencet si jalan pintas ctrl+alt+del.
berarti mesti meng install ulang dong.
mendownload kembali program-program yang dibutuhkan.
yang benar-benar dibutuhkan. tentunya,
biar tidak memenuhinya lagi.
harus bergerak!!!!

24.6.09

harapan sederhana

AKU INGIN-sapardi djoko damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

setiap manusia akan selalu tersimpan asa di dalamnya. karena asa merupakan spirit kehidupan. kecuali bagi mereka yang mati tapi hidup. mati asa, namun tetap bernafas. berjiwa seperti selongsong peluru tapi tanpa amunisi.
seorang berkata pada saya, "terus pelihara asa ya". Dia berulang kali mengucapkan hal tersebut pada saya. mungkin, pada masa itu, asa saya sedang sekarat, dan hampir mati. sehingga saya lebih berfikir untuk mengikuti aliran air. namun sekali lagi, dia berkata "PELIHARALAH ASA"

tentu. saya harus berjuang memelihara asa saya tersebut. dengan tulisan-tulisan saya, dengan membangun pikiran saya. jangan sampai Ia menjadi mati dan membusuk. saya harus berjuang dengan spirit-spirit yang saya dapat. jangan sampai saya menyerah dengan semua kondisi yang saya hadapi.

"lihat tukang pembersih jalanan yang terus menjalankan kehidupannya dengan senyuman. ia begitu hidup karena asa yang dimilikinya, walau materi pas-pasan. tapi, lihat pengemudi mobil mewah itu, seperti kuburan di dalamnya, karena asanya telah hilang, padahal materinya mencukupi. bahkan banyak sekali orang yang bunuh diri." dia berkata seperti itu lagi.

dengan segala permasalahan yang cukup hebat datang pada hidup saya, saya pun harus pintar-pintar memelihara asa tersebut. kalaupun saya menangis, kalaupun saya menjerit karena permasalahan tersebut, itu menjadi sebuah loncatan untuk saya ajar bisa lebih kuat menghadapinya. karena saya mempunyai keyakinan tersendiri dengan sesuatu di luar wilayah manusia. setiap manusia mempunyai sumber kekuatan untuk masing-masing. ada yang menjadikannya diri sendiri sebagai sumber kekuatan, atau menjadikan orang lain sebagai sumber kekuatan. itu pilihan. dan kalau kalian melihat saya yang sabar, atau saya yang diam, atau saya yang selalu tersenyum, itu menjadi kekuatan tersendiri untuk saya. begitupun dalam hal 'itu'.

saya pun meyakinkan pada diri saya sendiri. bahwa entah kapan, saya harus yakin, akan ada yang datang. dan entah siapa. dengan bersamanya kami dapat saling melengkapi keberadaan satu sama lain. bukan harapan yang digantung pada orang itu, tapi keberadaannya saja, cukup memenuhi harapan sederhana saya. bukan untuk pamrih akan perasaan, tapi dengan keberadaannya, dapat memberikan nilai lebih pada diri. bukan saling balas membalas dengan suatu perbuatan. tapi, seiring dengan dia ada, maka semuanya akan lebih bernilai. secara manusiawi, saya pun ingin diakui keberadaannya. tapi dalam taraf sewajarnya. bukan untuk memiliki satu sama lain juga. karena kita manusia hanya ciptaanNya, bukan pencipta. dan segalanya adalah milikNya. dan sebagai manusia diberi amanat untuk "menjaga" dan "memelihara". saya bukannya tidak bisa marah. saya bisa marah, tapi untuk itu , saya pun harus dapat "menjaga" marah saya. marah yang memang harus marah. marah yang tidak usah marah. parameternya dari diri saya sendiri.

dan setiap manusia mempunya cara tersendiri untuk menikmati hidupnya. itu semua pilihan. saya pun begitu. kalau kalian menilai saya yang menyakiti diri sendiri, mungkin bagi saya itu bukan tersakiti. mungkin hal-hal yang dapat meyakiti saya ada di jalur lain. entah itu sagat berbeda atau pun sama. yang jelas, semuanya dalam taraf yang "wajar" dan "manusiawi".

keyakinan pada diri sendiri, dan pada sesuatu hal yang di luar wilayah manusia dan tunggal dan tidak ada yang dapat menandingi, adalah sumber kekuatan tersendiri bagi saya.

dari awal, saya tidak banyak menggantungkan harapan pada seseorang. dan bila ada satu hal, yang sederhana dan itupun tidak bersifat wajib. saya hanya menginginkan kejujuran.

"Biarlah Allah yang menjadi penolongmu, biarlah Allah menjadi pelindungmu. dan Dia Maha Mengetahui siapa musuh-musuhmu."

dan saya yakin, ada Dia di sana. dan saya harus banyak bersyukur.

"sesederhana, untuk dapat membangunkan seseorang dari tidurnya lalu membuatkannya secangkir teh atau kopi."

"sesederhana, untuk dapat mengucapkan aku dan kamu diantara kita."