10.12.09

partner mendongeng.

boy: ngedongeng yu
boy: maen analogi2an
boy: hahaha
jedha: hmm
jedha: gadis kecilnya tetap di bawah payung
jedha: menutup matanya dengan selembar kain
jedha: menutup telinganya dengan earphone..
jedha: (hi tech)
jedha: dunia yang dia lihat hanya kegelapan
jedha: dan kesunyian
jedha: tanpa memperdulikan, pemandangan indah di depan
jedha: burung2 yang sedang bercengkrama
jedha: terbang dan hinggap
boy: hai Gadis Kecil,
boy: sapa selembar daun
jedha: daun mana>
boy: eh ganti deh
boy: sapa seekor panda
boy: pandanya lagi naek Mercy
jedha: :))
jedha: matanya kan ketutup mana dia tau kalo itu mercy dan panda
jedha: yang dia bisa lakukan hanya menepi
boy: kan kedengeran
jedha: biar gak ketabrak
jedha: kan ada earphone
jedha: :|
boy: gadis kcil, banyak burung2 kcil terbang dan hinggap di sekitar payungmu
jedha: yang dia tunggu hanya orang yang menyentuh bahunya
boy: tp mereka kmudian pergi dengan muka :|
jedha: knp??
boy: katanya kami sudah brusaha menyapa, bahkan menyanyikan lagu2 riang
boy: tapi kamu tidak dengar
jedha: si gadis kecil sangat menyesal...sangat....
jedha: kalau dia tahu lagu yang dinyanyikan riang, tentunya ia akan menari bersama.
jedha: gadis kecil terlalu bodoh untuk mengetahui apa itu lagu riang
jedha: sehingga ketika ia tahu bahwa lagu yang dinyanyikan riang..
jedha: dia hanya bisa menatap dari kejauhan..
jedha: bahwa ia sangat keliru
jedha: dan terlambat menyadari
jedha: dungu sekali
jedha: tapi dia diajarkan ibunya untuk tidak boleh menyesal apa yang telah ia lakukan,,,
jedha: ia harus menyesal dengan apa yang belum ia lakukan.
jedha: maka ia hanya bisa berterima kasih pada burung burung yang mau hinggap dan mampir..
jedha: walau sebentar.
jedha: menepis harapan bahwa burung itu akan kembali hinggap,,,
jedha: dan ia bermain dengan payungnya.
jedha: kembali.
boy: panda kemudian tersenyum
boy: tenang saja gadis kecil,
boy: aku melihat serombongan burung dri kejauahn
boy: mereka tak akan menyerah untuk tetap bernyanyi dan membuat mu riang kembali
boy: mmbuat bnyak orang kembali riang
jedha: :)
jedha: hati gadis kecil merasa sedikit tenang.
boy: Kemudian panda mngajak Gadis itu mendekati bekas pohon yang tumbang
jedha: ada apa disana?
jedha: panda...apa itu?
boy: Panda kmudian mnunjuk pada selembar daun
boy: pucuk
boy: Gadis Kecil tau artinya?
jedha: *geleng-geleng
boy: pohon itu baru saja tumbang 3 hari yang lalu
jedha: hmmmm...
boy: Seekor Kepik kecil yang tinggal disana sedih
boy: tp bsoknya dia riang kembali
jedha: kenapa?
boy: karena dia melihat pucuk itu
boy: Kepik kecil memang sedih karena rumahnya sudah hancur
boy: tappi ia juga tau kalo pucuk kcil itu juga akan tmbuh jadi pohon yang besar
boy: maka ia kmbali berharap dan menyiraminya tiap hari
boy: padahal
boy: bisa saja dia pergi dan mencari pohon baru
boy: Aku bertanya padanya, ttg hal itu
boy: dia bilang
boy: "Tidak apa-apa"
boy: aku masih berharap
jedha: T.T
boy: Kenapa gadis kecil?
jedha: *sdang menagis tersedu
jedha: :(
jedha: gimana caranya membuat gadis kecil berhenti menangis?
jedha: ayo tanggung jawab
jedha: dia masih menangis tersedu
jedha: panda akan melakukan apa>
boy: panda akan mengajaknya mngobrol sambil bakar ikan bersama teman2 hutan yg lain
boy: :D
jedha: hmmmm
jedha: gadis kecil akan merasa terhibur
jedha: dan tersenyum
boy: pada episode berikutnya, Panda akan bakar ikan bersama gadis kecil
boy: tunggu tanggal terbitnya
jedha: :))
jedha: gak akan dilanjutin nih ceritanya
jedha: :(
jedha: ;;)
boy: bntar
boy: hahaha
boy: ya udah, di bagian bawah halamn tertulis
boy: a. Bila ingin tau cerita mereka bakar ikan, tunggu buku selanjutnya
boy: b. bila ingin crita yang lain, buka halaman selanjutnya
boy: mo cerita lagi?
jedha: mau!

1 komentar:

Anonim mengatakan...

cerita yang menceritakan orang sedang bercerita! Love it!