Tampilkan postingan dengan label imajinasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label imajinasi. Tampilkan semua postingan

28.9.14

Cuma "Kebetulan"


"Jika kebetulan terlalu banyak, 
apakah kamu percaya bahwa itu tidak bermakna?" 
-Ayu Utami-


Apakah kamu percaya akan sebuah kebetulan? Aku tidak. 
Tidak ada di dunia ini yang namanya kebetulan. 
Karena segalah hal yang terjadi di semesta ini, sudah tertulis dan tercatat. Begitu katamu.

Begitupun ketika aku menuliskan ini untukmu.

Hari itu cerah.
Aku sedang menikmati santap siangku dengan lahap.
Grill chicken dengan blackpepper sauce. Menu Favoritku di kafe itu. 
Lamat-lamat terdengar nada yang tidak asing di telingaku.
Ah lagu itu. Lagu lama yang telah di-remake oleh penyanyi masa kini. Lagu yang pernah kuberikan padamu saat senja itu. Beberapa tahun yang lalu...

Senja itu...
Menunggangi kendaraan tahun 86 kita bercengkrama, Aku bersenandung kecil dibelakang punggungmu. Aku tahu kamu tidak menyukai lagu itu. 
"Miris." katamu. 
"Lagu itu untukmu, tau!" ucapku dengan cuek.
Tidak lama, kita berteduh di sebuah mesjid di pinggiran kota. 
Ini adalah waktu yang tepat. pikirku.

"Simpan ya!" kataku. 
Aku serahkan sebuah buku teks berwarna hijau. Buku yang mewakili rasaku padamu saat itu. Kutuliskan sebuah ucapan dengan diakhiri s.e.m.e.s.t.a.
Kamu tersenyum dan berterima kasih. 

Senja itu... 
Ah, apa kabar ya orang itu. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dan mendengar kabarnya. Jadi teringat.

Lagu di kafe itu masih berputar ditelingaku. 
Belum lama berselang, ponselku berbunyi. Aku terkaget dengan nama yang tertera di layar. "s.e.m.e.s.t.a" 
Masih dengan perasaan campur aduk aku mengangkatnya. Ada suara yang tidak asing yang sudah lama tidak kudengar. Suara yang terdengar sama persis pada saat senja itu.

Kamu, yang katanya ingin mengunjungiku di hari Minggu :)
Apakah ini pertanda?

PS. Aku masih gemetaran untuk sebuah "kebetulan"

17.6.14

Terima Kasih, ya!

February 24, 2014 at 9:28am


NP: Coldplay - Everything's not lost.

"Home is where my heart is."

Aku terjaga dalam hiruk pikuk kota ini.
Kota yang yang begitu cepat bertumbuh dengan kesibukan lalu lintasnya.

“Waktunya berkemas, kawan.” Begitu katanya.
Dalam hitungan detik, naluriku memahami makna kalimat tersebut. Aku akan pulang menuju rumahku.

Aku mulai berkemas, tidak semua barang aku bawa serta. Beberapa hal, rasanya sudah sewajarnya ada disana dan tidak patut aku bawa pulang.

Disini, aku menunggu angkutan yang akan membawa kami pulang.  Sepuluh menit, tiga puluh menit, satu jam. Penjemput belum tiba juga. Aku begitu sibuk menelepon. “Posisi ada dimana, Pak?”

Ah, akhirnya datang juga. Sebuah angkutan besar muatan 8-10 orang akan membawa kami dengan nyaman.

“Tunggu dulu pak!” aku berkata dengan tiba-tiba. Rupanya adikku belum siap berkemas.
“Aduuhhhh..” keluhku. Dengan berat hati aku berkata, “Silakan pak tinggalkan saja kami. Adikku belum siap berkemas. Kami akan menyusul dengan angkutan umum saja.”

Aku mulai membantu adikku berkemas. Memasukkan barang-barangnya dalam 3 koper. “Banyak sekali barang bawaanmu!”
Setelah selesai membantu adikku berkemas, aku mulai berpikir, akan memakai apa kami untuk pulang?
Salah satu temanku membantuku, ”Aku akan mengirimkan untukmu penjemputnya!” begitu katanya. Ah, terima kasih kawan, engkau memang pengertian sekali.

Penjemput datang. Dia membawa angkutan mewah yang hanya dapat memuat 3-4 orang saja. “Ah, bagus sekali angkutanmu. Tapi rasanya kami semua tidak akan masuk pada angkutanmu. Terima kasih, tapi rasanya tidak adil jika aku harus meninggalkan sebagian yang lain.” Maka akupun mengucapkan perpisahan pada penjemput itu.

Penjemput yang lain datang. Angkutannya hampir sama dengan angkutan yang pertama. Bermuatan 8-10 orang. Tapi sayang, didalamnya sudah banyak penumpang. Rasanya akan sesak jika kami masuk di dalamnya. Aku mengalah. Lagi-lagi hanya mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih, ya.”


-Imajinasi setelah bangun pagi-

Bali, 24 Februari 2014
Sufty Nurahmartiyanti, 

18.12.09

desiiiwww...

jegggejegggejeeeegg...tuiiiitttttttttt....tuiittttttttttt...

BRAAAAANNNGGGGGKKKRRROMMMPPPYAAAAAAAAAAAAAANNNGGG

srrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrsssssshhhhh....

krikkkk kriiikk krrrriiikkkkkk,,

jegguuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...

pssshhhh...

14.12.09

ayo kencangkan sabuk pengaman.

dapatkah mengalihkan diri dari semesta yang begitu luas dan perjalanannya??

wahai tuan pengorbit semesta, dan penjelajah kuantum, jalankan akselerasi cepat untuk semua ini.
doakan, bahwa saya akan pulang dengan selamat :)

10.12.09

partner mendongeng.

boy: ngedongeng yu
boy: maen analogi2an
boy: hahaha
jedha: hmm
jedha: gadis kecilnya tetap di bawah payung
jedha: menutup matanya dengan selembar kain
jedha: menutup telinganya dengan earphone..
jedha: (hi tech)
jedha: dunia yang dia lihat hanya kegelapan
jedha: dan kesunyian
jedha: tanpa memperdulikan, pemandangan indah di depan
jedha: burung2 yang sedang bercengkrama
jedha: terbang dan hinggap
boy: hai Gadis Kecil,
boy: sapa selembar daun
jedha: daun mana>
boy: eh ganti deh
boy: sapa seekor panda
boy: pandanya lagi naek Mercy
jedha: :))
jedha: matanya kan ketutup mana dia tau kalo itu mercy dan panda
jedha: yang dia bisa lakukan hanya menepi
boy: kan kedengeran
jedha: biar gak ketabrak
jedha: kan ada earphone
jedha: :|
boy: gadis kcil, banyak burung2 kcil terbang dan hinggap di sekitar payungmu
jedha: yang dia tunggu hanya orang yang menyentuh bahunya
boy: tp mereka kmudian pergi dengan muka :|
jedha: knp??
boy: katanya kami sudah brusaha menyapa, bahkan menyanyikan lagu2 riang
boy: tapi kamu tidak dengar
jedha: si gadis kecil sangat menyesal...sangat....
jedha: kalau dia tahu lagu yang dinyanyikan riang, tentunya ia akan menari bersama.
jedha: gadis kecil terlalu bodoh untuk mengetahui apa itu lagu riang
jedha: sehingga ketika ia tahu bahwa lagu yang dinyanyikan riang..
jedha: dia hanya bisa menatap dari kejauhan..
jedha: bahwa ia sangat keliru
jedha: dan terlambat menyadari
jedha: dungu sekali
jedha: tapi dia diajarkan ibunya untuk tidak boleh menyesal apa yang telah ia lakukan,,,
jedha: ia harus menyesal dengan apa yang belum ia lakukan.
jedha: maka ia hanya bisa berterima kasih pada burung burung yang mau hinggap dan mampir..
jedha: walau sebentar.
jedha: menepis harapan bahwa burung itu akan kembali hinggap,,,
jedha: dan ia bermain dengan payungnya.
jedha: kembali.
boy: panda kemudian tersenyum
boy: tenang saja gadis kecil,
boy: aku melihat serombongan burung dri kejauahn
boy: mereka tak akan menyerah untuk tetap bernyanyi dan membuat mu riang kembali
boy: mmbuat bnyak orang kembali riang
jedha: :)
jedha: hati gadis kecil merasa sedikit tenang.
boy: Kemudian panda mngajak Gadis itu mendekati bekas pohon yang tumbang
jedha: ada apa disana?
jedha: panda...apa itu?
boy: Panda kmudian mnunjuk pada selembar daun
boy: pucuk
boy: Gadis Kecil tau artinya?
jedha: *geleng-geleng
boy: pohon itu baru saja tumbang 3 hari yang lalu
jedha: hmmmm...
boy: Seekor Kepik kecil yang tinggal disana sedih
boy: tp bsoknya dia riang kembali
jedha: kenapa?
boy: karena dia melihat pucuk itu
boy: Kepik kecil memang sedih karena rumahnya sudah hancur
boy: tappi ia juga tau kalo pucuk kcil itu juga akan tmbuh jadi pohon yang besar
boy: maka ia kmbali berharap dan menyiraminya tiap hari
boy: padahal
boy: bisa saja dia pergi dan mencari pohon baru
boy: Aku bertanya padanya, ttg hal itu
boy: dia bilang
boy: "Tidak apa-apa"
boy: aku masih berharap
jedha: T.T
boy: Kenapa gadis kecil?
jedha: *sdang menagis tersedu
jedha: :(
jedha: gimana caranya membuat gadis kecil berhenti menangis?
jedha: ayo tanggung jawab
jedha: dia masih menangis tersedu
jedha: panda akan melakukan apa>
boy: panda akan mengajaknya mngobrol sambil bakar ikan bersama teman2 hutan yg lain
boy: :D
jedha: hmmmm
jedha: gadis kecil akan merasa terhibur
jedha: dan tersenyum
boy: pada episode berikutnya, Panda akan bakar ikan bersama gadis kecil
boy: tunggu tanggal terbitnya
jedha: :))
jedha: gak akan dilanjutin nih ceritanya
jedha: :(
jedha: ;;)
boy: bntar
boy: hahaha
boy: ya udah, di bagian bawah halamn tertulis
boy: a. Bila ingin tau cerita mereka bakar ikan, tunggu buku selanjutnya
boy: b. bila ingin crita yang lain, buka halaman selanjutnya
boy: mo cerita lagi?
jedha: mau!

9.12.09

ayo terbang, sayang!


suatu hari gadis kecil duduk di sebuah taman dekat danau, di sebelahnya ada bunga dandelion. biji-biji bunga itu berteriak kegirangan memanggil gadis kecil,
"Kakak.. kakak... mau bantu kami?", tanya mereka
dan gadis kecil menjawab.... "ada apa ? :)"
"kaka, tolong tiup kepala ibu kami... kami ingin berpetualang dan terbang ke angkasa, lalu..."
"kalian tau, angkasa itu bukan tempat yang aman. angkasa itu tempat yang berbahaya... walaupun banyak orang yang mengatakan angkasa itu menarik... kalian harus ekstra hati-hati, bagaimana?"
"kami tahu.. :( tapi ibu kami bilang itu memang sudah takdir kami, akan ada bnyak bahaya disana, tapi ada bnyak cerita seru disana, ibu bilang, dulu dia pernah tersangkut di pagar kawat tersangkut di kotoran sapi :( "
":|kalau begitu... apa yang kalian punya untuk mempertahankan diri kalian di angkasa sana... lalu akhirnya mendarat lagi dibumi dan melahirkan anak-anak seperti kalian?"
"Tuhan"
"Seberapa besar kalian percaya padaNya? dari mana kalian tahu bahwa Ia akan membantu?
kalian hanya mahkluk kecil pengisi semesta ini."
"karena kami kecil maka kami sangat percaya padanya. Kaka, ayo tiup kami!"
"Tuhan pasti sangat sayang kalian :)"
"iya, Ia sayang kaka juga"
"Darimana kalian tahu?"
"karena, kami barusan mendengar, kaka selalu meminta padanya. iya kan?"
*terharu....
kemudian Gadis kecil meniup dandelion itu...
tapi tunggu, hei.. ada biji kecil yang menangis, kenapa dia?"
ia masih memeluk kepala ibunya kuat-kuat
"Ayo nak, kakak2mu sudah berangkat, apa yg kamu takutkan?"
"aku takut dengan cerita kakak, dia bilang angkasa itu bahaya.. aku tidak mau pergi.. kepala ibu masih nyaman.. aku tak mau pergi..."
"Kakak.." kata ibu dandelion
"Mau kah kau membantuku sekali lagi?"
"tolong ceritakanlah pengalaman mu, waktu terbang dulu bersamaku :)"
"luar biasa... keberanian yang kamu keluarkan sama dengan pengalaman yang akan kamu dapatkan, adik kecil"

8.12.09

God doesn't give you the people you want. He gives you the people you need. To hurt you, to love you, to teach you, to break you, to turn you into the person you're supposed to be.




*nice quotes...

22.11.09

20 menuju 21


berlatar belakang putih, sebatang pohon gagah berdiri tegak.
dengan perlahan kamu menghampiri pohon itu lalu memetik dua.
satu ditangan kananmu satu di tangan kirimu.
kamu menoleh.
lalu berjalan ke arahku.
masih dengan latar belakang putih dan pohon yang berdiri tegak
kamu menghampiriku.
tangan kirimu menjulur.
"ini..."
aku menatapmu serta pemberianmu itu.
berwarna jingga...



terima kasih...
itu yang membuatku ceria hari ini dan berani menemui serta menceritakan hal ini hanya padamu.
dengan tersenyum :D

21.11.09

semuanya seperti sungai.

bendungan nya perlahan menjadi jebol.
dan
voila!!!
dia mengaliri sungai yang kering dan menjadi sumber kehidupan.

hehe...
ayo!

SEMANGAT suff!!!
buktikan sama semua orang.
kamu adalah sesuatu!

halo semesta...
lama tidak berjumpa...
ini planetmu yang baru :)

18.11.09

karena hembusanmu kencang sekali

Pagi ini dinginnnnn...
semalam habis hujan. dan aku yakin, para penari pasti merayakannya semalam. penari yang menari atas rasa syukurnya atas semesta pada Tuhannya.

seperti pagi sebelumnya, pagi ini aku melihat embun bening yang menempel pada pucuk daun semesta. hmm.. ia betah sekali diam disana.

aku bergegas mandi. embun itu masih ada.
aku lalu sarapan. hei, embun itu tetap menunjukkan beningnya padaku.
lantas aku pergi bekerja.

esoknya, pada pagi hariku, aku masih melihat embun di ujung pucuk daun. huh. padahal semalam tidak hujan.
"hei, apa yang kamu lakukan disitu, mbun???"
embun diam saja. masih memperlihatkan beningnya.
"bukannya tadi malam tidak hujan?harusnya bukan disana tempatmu!"teriakku.
dan embun, masih tetap diam...
"huh. kamu mempermainkanku!!!"
lau perlahan...embun itu bergerak dari pucuk seperti menuju tanah, tapi ia tidak jatuh. ia hanya menguap dan menjadi berkas...

15.11.09

berkas di sela ilalang

langkahnya terdengar samar. tap tap tap... ia mengendap-ngendap seperti pencuri di siang bolong. tak usah ia lirik kanan kiri, atau tengok depan belakang. ia bergerak perlahan namun pasti. tahu mana arah yang ditujunya.
lalu ia pasang perangkap banyak sekali. entah setiap sudut atau bisa juga bertebaran dengan acak. sehingga kita harus jinjit dan berjalan hati-hati sekali. itu bila kita tak mau terkena jebakannya.
tapi manusia, ada saja yang merasa senang dan menikmatinya, walaupun seluruh badannya terjepit oleh perangkap itu. melangkahpun menjadi sulit. ia hanya terdiam di tempat itu. satu tempat. menikmati atas siksaan terhadap diri. sinting.
...trrrrrrrrrrtttttttttt...
gulungan roll berputar meliuk-liuk. memberikan berkas-berkas suatu adegan...
tek..tek..tek..tek..
slide demi slide saling menerobos...
klekklekklekklek...
ada dia yang selalu menciumi barang-barang pemberianmu.
ada dia dengan adegan merekam dirimu ketika sedang berjalan turun tangga.
ada dia sedang berbicara beberapa patah kata yang membuatmu tergetar di atas satu balkon sekolah.
ada dia yang sedang bersamamu ketika bunga berguguran pada suatu taman.
ada dia yang mengirimu lagu-lagu romantis untuk kamu perdengarkan.
ada dia yang membawakanmu sekotak makanan untuk kamu nikmati.
ada dia yang bersamamu bermain pancuran air ketika hujan turun.
ada dia yang menyelimutimu ketika kamu kelelahan dan butuh istirahat.
brrrrrkkkkkkkk...slide bergerak dengan cepat. semakin cepat. kamu sadar kamu sudah masuk perangkap yang ia siapkan di sudut pikiranmu. dan ia diremehkan oleh kamu si pemilik raga.
semakin kamu menghindar, semakin hebatlah si pencuri ingatan itu. pikiranmu dikuasainya! dan itulah puncak kejayaannya. dan akhirnya ragamu mulai bereaksi. mengeluarkan cairan dari bagian kepalamu yang paling lunak yang mendekati otak.
tes...tes...tes...
pipimu basah.
pandanganmu nanar.
nafasmu tertahan.
"kenangan sialan!!!"

gadis kecil


"seekor naga..."
"siapa?"
"kamu..."
"seperti mengejar ekor naga..."
"hmm..."
"hewan utopis"
"...."
"tapi kamu percaya bahwa naga itu ada.."
"hanya aku...?"
"ya,hanya kamu yang percaya..."
aku tersenyum, dan membayangkan sosoknya.
"seperti kupu-kupu..."
"kupu-kupu?"
"ya, kamu seperti kupu-kupu yang mengejar ekor naga"
"haha,kira-kira kupu-kupu itu berwarna apa?hitam?"
"hmm..yap...hitam..."
"hmmm..."
"seekor kupu-kupu yang mengejar ekor naga yang utopis."

ada gadis kecil diseberang gerimis
ditangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan air
dipinggir padang ada pohon dan seekor burung…

9.11.09

14 menuju 15

"ayo, terbang... terbaaaaannnggg!!!!"
aku berteriak seolah kalimat itu adalah mantra yang dapat menyihirnya.
kenapa dia begitu tenang memegang seutas tali itu?
aku saja begitu gemas melihat gerakan layang-layang yang seperti sedang bermain lompat tali.
kmu tertawa dan tersenyum melihat tingkahku yang seperti kelinci.
"tenang, ia akan terbang hanya karena ia mau terbang" begitu katamu.
tugasmu hanyalah memegang seutas tali berwarna merah itu.
dan aku disana hanya bertugas memperhatikan dan menjaga agar si layangan tidak nyangkut dengan tali2 yang lain.
kalau sudah nyangkut, tentunya akan sulit baginya untuk terbang bukan?
perlahan, layangan itu mulai bergerak...
aku sepenuhnya yakin, dengan penglihatanku, bahwa ia bergerak bukan karena digerakkan.
ia bergerak seolah ia sudah yakin bahwa langit luas ini, akan senang untuk menerima kehadirannya.
ia bergerak secara dramatis menuju langit luas. dan aku cukup tertahan melihatnya.
perlahan, layangan belah ketupat itu melipat dirinya sendiri,
lalu membentuk diri menjadi sebuah origami burung kertas...
dan akhirnya ia terlepas dari tali itu dan mengepakkan sayapnya terbang menuju langit luas.
indah...


"ia terbang, karena ia mempunyai jiwa" kamu berkata begitu seolah tahu apa yang akan aku tanyakan :)

10.7.09

kata kucing.


 "hei kelinci..lebih baik kamu menyerah dan berhenti menari. karena di sana sudah ada yang menari untuknya."

"janganlah takut, selama apa yang kamu lakukan itu bukan sesuatu yang salah, minta kekuatan sama yang punya sumber kekuatan"

15.6.09

hujan, kemurnian, dan kelinci kecil.

gambar:search google:hujan:

Hujan membasahi bumi malam ini,
Kelinci putih kecil terbangun dari tidurnya, Telinganya berdiri, begitu mendengar butiran hujan yang menyentuh tanah. 
Rasanya, hujan malam ini sedang sendu. si kelinci kecil lalu bertanya pada hujan, 
"Kenapa malam ini begitu sendu ketika kamu turun?"
Hujan tersenyum, "Aku sedang membantu Ia yang sedang bersedih."
si Kelinci tidak mengerti, lalu hujan berkata,
"Hakikatku adalah untuk membersihkan, dengan bagian jiwaku, aku ingin membersihkan perasaan Ia yang sedang bersedih"
Kelinci putih kecil itu lalu tersenyum, "Perbuatanmu mulia sekali, Ia yang bersedih tentu tidak akan bersedih lagi, apakah Ia yang bersedih adalah sahabatmu?"
Hujan berkata,"Segala hal yang mengisi semesta ini adalah sahabatku, tapi Ia yang sedang sedih memang sangat berharga"
Kelinci putih kecil itu terharu, "Aku juga ingin membantunya. Dengan nyanyian dan tarianku, aku ingin menghiburnya."
"Terima kasih kelinci putih, tentu Ia akan bahagia mendengarnya"
"Kalau boleh tau, siapakah Ia yang sedang bersedih ?"
Sambil memandang bumi, hujan berkata, "Ia rasa cinta, Ia sedang kesulitan mencari kemurniannya"

dan,
dengan tubuhnya yang seputih salju, si kelinci kecil menari dan bernyanyi bersama hujan yang sedang turun malam ini untuk menghibur Ia yang MURNI...

"semoga kamu bahagia..."bisik kelinci putih kecil itu.

7.6.09

tanda pamit bocah lelaki kecil

Kelinci putih kecil sedang menari dan bernyanyi, Ia senang sekali menemukan gerakan tarian baru dari salah satu penghuni semesta. Dari seorang anak kecil yang mempunyai hobi bermain layang-layang. Layang-layangnya bergambar salah satu tokoh kartun super hero. Lucu sekali!
Anak kecil itu selalu bersemangat ketika bermain layang-layang. Ia kadang tersandung, tapi Ia dapat langsung bangkit lagi untuk berlari kesana kemari memainkan layang-layang. Ia tersenyum lebar, sehingga lesung pipitnya selalu terbit. Ia tak pernah lelah untuk menarik mengulur benang layangnya.

Si kelinci kecil, sering bernyanyi dan menari di dekatnya, dan kelinci cukup senang bernyanyi dan menari di atas tanah yang sama dengan anak kecil itu.

Tapi suatu hari, anak kecil berkata,
"Aku sangat senang kamu menemaniku bermain layang-layang, hei kelinci kecil"
"Tarianmu sangatlah indah. cara meloncatmu sungguh lucu"
"Tapi aku ingin bermain sepak bola dilapangan hijau di negri sebrang. sekarang dan sampai besok, dan besoknya lagi, bila permainan disana lebih menarik mungkin akan seterusnya,"
"Aku ingin membawamu, tapi disana tidak ada makanan untukmu. Aku takut kamu nanti akan kelaparan dan sakit. Maaf ya kelinci kecil"
Anak kecil itu berkata seolah-olah kelinci adalah bagian penting dari permainannya,


Kelinci kecil itu cukup mengerti apa yang anak kecil itu katakan. Tapi Ia hanya bisa diam. Karena Ia tahu, bahasa yang ia gunakan berbeda dengan anak kecil itu, Ia hanya bisa berkata melalui gerakan tariannya.

Melalui gerakan tariannya kelinci kecil berkata,
"Tidak apa-apa, pergilah ke sana, mainkan saja permainan yang ingin kamu mainkan. Aku percaya dengan apa yang kamu pikir itu baik dan menyenangkan untuk kamu. Mungkin kamu akan berpikir bola lebih menyenangkan dari pada layang-layang. Ataupun sebaliknya. Hanya kamu yang mengerti mana yang lebih menyenangkan. Tenang saja, aku di sini percaya atas pilihanmu itu. Karena itu semua akan berakhir menjadi baik untukmu. Aku tidak akan berhenti menari dan bernyanyi karena Tuhan telah memberikan karunia ini padaku. Aku akan terus menari dan bernyanyi sebagai rasa syukur kepada Tuhan. Untuk kamu dan seluruh isi semesta ini. Mungkin kita akan bermain bersama lagi. Bila Tuhan memberikan kesempatan waktu dan tempat yang tepat dan sama untuk Kita."

Dan anak kecil itu tersenyum seolah mengerti gerakan tarian si kelinci. dan Dia pun menghilang dari tanah yang ia pijak.

"teruslah menari dengan indah ya kelinci kecil..."

kelinci putih kecil itu pun menari dan bernyanyi untuk bersyukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan untuk bernyanyi dan menari bersama anak kecil yang telah menginspirasinya mendapat gerakan tarian baru...

"jangan pernah lelah untuk bersyukur..."

4.6.09

jadi mau.

jadi kepikiran pengen jadi petugas customer service di bank....

saya rutin tiap bulan disuruh ke bank sama ibu, bukan buat nabung, tapi buat ngambil kiriman uang. makanya, bukan menuju teller, tapi ke customer service duluan. dan saya perhatiin kebiasaannya, selalu ngajak kenalan dan salaman, terus berusaha menciptakan dialog...

"dengan siapa?"
"sufty..."
"oke, ada yang bisa saya bantu?"
dan seterusnya,
dialog yang sama,
senyum yang sama...

sebenernya saya salut banget sama mereka. harus selalu senyum dan ramah. hebat. saya bisa gitu gak ya? kata temen saya sih, kalo saya lagi bad mood, selalu keliatan dan ekspresif. iya gitu? saya salut deh sama mba-mba teller dan petugas customer service.

namanya juga melayani.
jadi istri juga kan melayani suami.
ko malah ngomongin ini?

eh,
jadi pengen nyoba jadi petugas teller. hehe...

26.5.09

tanya harga.

berapa harga cacing?
"harga" disini bukan harga yang kamu pikirkan.
tanpa cacing, tentu tanaman akan layu, karena Ia bertugas untuk menyuburkan tanah.
walaupun kebanyakan orang menganggap Ia menjijikan, tapi Ia sangat berharga untuk tanaman.
cacing tidak membutuhkan nilai materi untuk tahu bahwa Ia dihargai.
maka Tanaman membayarnya dengan cara tumbuh dengan indah dan eksotis.

akhirnya saya mengerti,
dan saya tersenyum =)

harga di sini, tergantung dari siapa yang menghargainya. Bisa dari orang lain.
Tapi, yang bisa memberi harga tertinggi, hanyalah diri sendiri,
dan kamu tidak usah merasa rendah diri.

"siapa yang rendah diri?" ucap domba.
"kamu!buktinya kamu ingin berubah jadi sapi dan beruang."
"bukan.bukan itu."lalu domba berkata lagi,
"aku hanya membutuhkan sedikit pengakuan bahwa, aku ini berharga."
"huh, tanaman saja menghargai cacing lewat proses tumbuhnya. kenapa kamu tidak melihat dengan cara begitu?"
domba berpikir. "aku...aku ingin mendengarnya..."
"dasar manja kamu, domba!jangan didengar dengan telinga, coba dengar dengan hati."
dan domba pun tersenyum...

seperti saya, yang sedang tersenyum lagi...

terima kasih penghuni semesta=)

23.5.09

domba,ayo tidur.sudah malam


untung air tidak bisa menangis.
hanya nasi yang menangis bila tidak dimakan.

dan hanya yang punya mata saja yang bisa menangis.

domba juga pasti bisa menangis.

walaupun bulunya lebih lebat,
tapi sama-sama domba.
sama-sama bertanduk, sama-sama disembelih. yang satu diberi dua rangkaian kata.
yang satunya malah tidak tersentuh oleh kata apapun.
mungkin dagingnya hanya sedikit dan kurang enak.

si sapi malah diberi ketika penghujung waktunya hampir habis,
lain dengan si kembar. mungkin saja istimewa.
ya,mau apa lagi, puaskan saja untuk terisak.
rasanya asin kan?
setaun atau dua taun mungkin akan terbiasa dengan rasanya.
ayo kelinci putih, jangan berhenti bernyanyi dan menari, terus saja,
agar Tuhan tersenyum melihatmu,

percaya saja bahwa penghuni semesta tidak menjadi buta.

tenanglah...

tenang...

sudah...

sudahlah...