Ternyata, begini ya rasanya, kalo ada orang yang mau mengakui secara jujur, bahwa dia suka sama kita. Jadi bingung, ketika ditanya dua pilihan, iya, dan tidak. Kenapa bingung ya? karena, menurut saya, untuk membina suatu komitmen itu mesti dipikirin (ga asal, langsung embat aja karena butuh), apalagi kalo kita kenal baik sama orangnya. Untuk memakai kata 'pacaran' aja, saya harus mikir beribu kali. (Terlepas dari masa lalu yang saya alami ya!). Saya hanya tidak mau menjadi orang yang 'asal', karena ketika kita memutuskan sesuatu, kita benar-benar harus konsisten dengan apa yang kita putuskan. Bukannya saya ga suka sama orang ini, saya beneran nyaman sama orang ini. (dan orang-orang dalam hidup saya, punya peranan masing-masing dalam kehidupan saya), mereka menjadi 'sesuatu' bagi saya. Tapi untuk memutuskan 'pacaran' saya masih ragu.
Pacaran menurut saya, image yang saya bayangkan adalah, hubungan disertai dengan sentuhan fisik ditambah hasrat. (tolong bedakan dengan sentuhan fisik biasa tanpa hasrat, seperti salaman, cas, dll) Ga bisa dipungkiri, sealim-alimnya orang, ketika cewe sama cowo disatuin dengan sebuah perasaan, pasti ada keinginan untuk menyentuh. Apalagi kalo dikuatkan dengan istilah 'pacaran'. udah deh. Bablas aja. Belajar dari pengalaman masa lalu nih, emang susah banget. Kedengerannya emang sok suci ya. Terserah sih. Tapi, yang ingin saya lakukan sekarang ini adalah "menjaga". Ini semua terlepas dari konteks agama ya. Soalnya, yang saya kejar disini bukan hasratnya, tapi perasaan sayangnya. dalam konteks pacaran, si perasaan sayang itu kadang berubah menjadi hasrat. (memang kedengeran naif, kalo mengharapkan perasaan sayang yang murni) Saya juga tidak memungkiri, bahwa setiap manusia itu memang mempunyai hasrat. Justru itulah manusia. Saya akui, saya juga manusia yang tidak terlepas dari hasrat, makanya, karena saya tau itu, tapi saya gak ingin hasrat itu mengalahkan hal-hal lainnya. Saya beneran ingin "Menjaga" hasrat tersebut. Bukan untuk "menghilangkan" ya (karena itu gak mungkin). Saya nulis kayak gini juga, justru karena saya pernah mengalami, tentang konteks pacaran tadi. Dan itu benar-benar saya jadikan pelajaran untuk saya kedepannya.
Tapi gimana caranya kalo kita memang mempunyai perasaan terhadap seseorang?
Bagi saya, sangat manusiawi kalo kita mempunya perasaan terhadap seseorang, saya juga seperti itu, ketika saya memang menyukai seseorang, saya mengungkapkannya dengan cara saya sendiri. Tergantung bagaimana sifat dan karakter orang yang kita hadapi. Tapi tidak dalam konteks "pacaran" itu sendiri. Susah sih. Emang agak ribet. Dan membutuhkan suatu keberanian yang lebih.
Pernah, saya tertarik dengan seseorang, beneran, "tertarik", kita memang dekat, saya juga tidak memungkiri, bahwa saya memang punya harapan-harapan pada orang itu. Dan menurut saya, wajar saja, kalo saya akhirnya mengakui, bahwa saya tertarik padanya. Dan ingin mengenal lebih jauh lagi, melihat kelebihan dan kekurangan nya (walaupun kata sahabat saya, kalau kita sayang sama seseorang, pasti terlihat sempurna) yah apapun itu. Sampai kita sendiri memutuskan suatu batasan, untuk diri kita sendiri loh. bukan untuk orang lain. Batasan, sejauh mana kita mesti mengenal orang itu. dan batasan itu, kita sendiri yang membuatnya. Untuk diri kita sendiri.
Nah, solusinya, kejujuran pada diri sendiri itu penting. Dan saya tekankan, bahwa kejujuran diatas segalanya, dan selalu membawa kebaikan, bila kita mendapatkan punishment dari kejujuran yang kita lakukan, berarti, pada letak penyampaiannya lah yang kurang baik.
Lho? Di mana sih nyambungnya? kejujuran sama yang tadi saya bahas?
jadi, untuk saya, bagi saya, sekali lagi loh, ini pembenaran saya dan untuk saya ya...
Pengungkapan rasa sayang itu penting. (syaratnya mesti udah mengenal pribadi satu sama lain ya) Dan mencari jalinan hubungan lain yang lebih terjaga. Terlepas dari hubungan seperti 'pacaran'. apapun itu namanya. Karena saya yakin satu hal, Semuanya sudah ada. Tinggal kita "memilih".
Dan untuk masa sekarang, saya lebih milih judul itu.
Pacaran menurut saya, image yang saya bayangkan adalah, hubungan disertai dengan sentuhan fisik ditambah hasrat. (tolong bedakan dengan sentuhan fisik biasa tanpa hasrat, seperti salaman, cas, dll) Ga bisa dipungkiri, sealim-alimnya orang, ketika cewe sama cowo disatuin dengan sebuah perasaan, pasti ada keinginan untuk menyentuh. Apalagi kalo dikuatkan dengan istilah 'pacaran'. udah deh. Bablas aja. Belajar dari pengalaman masa lalu nih, emang susah banget. Kedengerannya emang sok suci ya. Terserah sih. Tapi, yang ingin saya lakukan sekarang ini adalah "menjaga". Ini semua terlepas dari konteks agama ya. Soalnya, yang saya kejar disini bukan hasratnya, tapi perasaan sayangnya. dalam konteks pacaran, si perasaan sayang itu kadang berubah menjadi hasrat. (memang kedengeran naif, kalo mengharapkan perasaan sayang yang murni) Saya juga tidak memungkiri, bahwa setiap manusia itu memang mempunyai hasrat. Justru itulah manusia. Saya akui, saya juga manusia yang tidak terlepas dari hasrat, makanya, karena saya tau itu, tapi saya gak ingin hasrat itu mengalahkan hal-hal lainnya. Saya beneran ingin "Menjaga" hasrat tersebut. Bukan untuk "menghilangkan" ya (karena itu gak mungkin). Saya nulis kayak gini juga, justru karena saya pernah mengalami, tentang konteks pacaran tadi. Dan itu benar-benar saya jadikan pelajaran untuk saya kedepannya.
Tapi gimana caranya kalo kita memang mempunyai perasaan terhadap seseorang?
Bagi saya, sangat manusiawi kalo kita mempunya perasaan terhadap seseorang, saya juga seperti itu, ketika saya memang menyukai seseorang, saya mengungkapkannya dengan cara saya sendiri. Tergantung bagaimana sifat dan karakter orang yang kita hadapi. Tapi tidak dalam konteks "pacaran" itu sendiri. Susah sih. Emang agak ribet. Dan membutuhkan suatu keberanian yang lebih.
Pernah, saya tertarik dengan seseorang, beneran, "tertarik", kita memang dekat, saya juga tidak memungkiri, bahwa saya memang punya harapan-harapan pada orang itu. Dan menurut saya, wajar saja, kalo saya akhirnya mengakui, bahwa saya tertarik padanya. Dan ingin mengenal lebih jauh lagi, melihat kelebihan dan kekurangan nya (walaupun kata sahabat saya, kalau kita sayang sama seseorang, pasti terlihat sempurna) yah apapun itu. Sampai kita sendiri memutuskan suatu batasan, untuk diri kita sendiri loh. bukan untuk orang lain. Batasan, sejauh mana kita mesti mengenal orang itu. dan batasan itu, kita sendiri yang membuatnya. Untuk diri kita sendiri.
Nah, solusinya, kejujuran pada diri sendiri itu penting. Dan saya tekankan, bahwa kejujuran diatas segalanya, dan selalu membawa kebaikan, bila kita mendapatkan punishment dari kejujuran yang kita lakukan, berarti, pada letak penyampaiannya lah yang kurang baik.
Lho? Di mana sih nyambungnya? kejujuran sama yang tadi saya bahas?
jadi, untuk saya, bagi saya, sekali lagi loh, ini pembenaran saya dan untuk saya ya...
Pengungkapan rasa sayang itu penting. (syaratnya mesti udah mengenal pribadi satu sama lain ya) Dan mencari jalinan hubungan lain yang lebih terjaga. Terlepas dari hubungan seperti 'pacaran'. apapun itu namanya. Karena saya yakin satu hal, Semuanya sudah ada. Tinggal kita "memilih".
Dan untuk masa sekarang, saya lebih milih judul itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar