kemarin,sahabat saya bertanya, waktu kecil, mememerankan tokoh sebagai apa sih?konon,pikiran kita waktu kecil itu mempengaruhi pas kita dewasa, contohnya, bapaknya sewaktu kecil, menganggap bahwa dia adalah seorang Rambo, makanya pas dewasa, dia suka banget fitness buat ngebentuk badannya, sedangkan sahabat saya itu, sewaktu kecil, menganggap dirinya sebagai preman, makanya pada saat beranjak dewasa, dia suka banget ngajak orang berantem, sedangkan saya?
hehe...
saya ga pernah berpikiran untuk menjadi tokoh apapun. Dulu, saya beranggapan, bahwa saya adalah tokoh utama dunia ini. Selain saya, orang lain hanyalah pemeran pendukung untuk hidup saya. Saya berpikir, bahwa masing-masing punya perannya. Ada yang berperan sebagai saudara saya, ada yang berperan sebagai tetangga saya...Pokoknya, saya berpikir bahwa dunia diciptakan untuk saya. Egois ya? tenang aja, itu cuma pikiran anak TK ko. pikiran yang masih belum mengenal bagaimana dunia yang dihadapinya.
Terus, waktu SD, saya berpikir, bahwa saya orang cantik.(hahaha..malu ni) san kerjaan saya selalu ngaca.Dan Seperti anak kecil pada umumnya, saya senang memakai kosmetik mama, apalagi lipstiknya.(hehe...)saya senang melihat bibir saya yang berwarna merah.(walaupun belepotan) tetep aja ngerasa cantik.(hihi..)
Oiya, saya pernah berpikir, saya sebagai kupu-kupu (waktu SD). saya seneng ngebayangin,kalo saya bisa terbang,dengan sayap yang indah. (deuh, dasar anak kecil). makanya, saya seneng banget kalo nemu kupu-kupu yang besar. Dulu, saya nyebutnya Si Rama-Rama. Entah apa nama sebenernya. Dan suka berkhayal, gimana rasanya terbang ngeliat bumi dari atas. hmm...
Setelah dewasa, kenapa ya imajinasi itu dilupakan? (inget kuliahnya Pa Prim, suf!) semakin dewasa, kita menemukan masaah, dan kita mengalami sesuatu peristiwa, biasanya kita menanamkan pikiran, bahwa kita keliru, tentang cara pandang kita.
hayooo...dulu waktu kecil pernah punya pikiran apalagi coba?hehe,klo diinget-inget, pasti malah senyum-senyum sendiri...iya kan?hehe...
hehe...
saya ga pernah berpikiran untuk menjadi tokoh apapun. Dulu, saya beranggapan, bahwa saya adalah tokoh utama dunia ini. Selain saya, orang lain hanyalah pemeran pendukung untuk hidup saya. Saya berpikir, bahwa masing-masing punya perannya. Ada yang berperan sebagai saudara saya, ada yang berperan sebagai tetangga saya...Pokoknya, saya berpikir bahwa dunia diciptakan untuk saya. Egois ya? tenang aja, itu cuma pikiran anak TK ko. pikiran yang masih belum mengenal bagaimana dunia yang dihadapinya.
Terus, waktu SD, saya berpikir, bahwa saya orang cantik.(hahaha..malu ni) san kerjaan saya selalu ngaca.Dan Seperti anak kecil pada umumnya, saya senang memakai kosmetik mama, apalagi lipstiknya.(hehe...)saya senang melihat bibir saya yang berwarna merah.(walaupun belepotan) tetep aja ngerasa cantik.(hihi..)
Oiya, saya pernah berpikir, saya sebagai kupu-kupu (waktu SD). saya seneng ngebayangin,kalo saya bisa terbang,dengan sayap yang indah. (deuh, dasar anak kecil). makanya, saya seneng banget kalo nemu kupu-kupu yang besar. Dulu, saya nyebutnya Si Rama-Rama. Entah apa nama sebenernya. Dan suka berkhayal, gimana rasanya terbang ngeliat bumi dari atas. hmm...
Setelah dewasa, kenapa ya imajinasi itu dilupakan? (inget kuliahnya Pa Prim, suf!) semakin dewasa, kita menemukan masaah, dan kita mengalami sesuatu peristiwa, biasanya kita menanamkan pikiran, bahwa kita keliru, tentang cara pandang kita.
hayooo...dulu waktu kecil pernah punya pikiran apalagi coba?hehe,klo diinget-inget, pasti malah senyum-senyum sendiri...iya kan?hehe...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar