22.6.09

sang penjaga

aku terjaga pada malam ini.bukan apa-apa,tapi aku merasa seluruh badanku menggigil kedinginan.hingga berlapis-lapis selimutpun tidak bisa dijadikan jalan keluar untuk mengobati rasa dinginku.aku heran.ternyata rasa dingin ini bukan disebabkan oleh udara disekelilingku.pantas saja selimut tidak bisa menghalau dinginnya.karena ia datang dari dalam tubuhku sendiri.mungkin ada yang tidak beres dengan aliran darah ditubuhku.atau jiwaku?entahlah.yang jelas rasanya tubuh ini membutuhkan kehangatan yang lebih saat ini.

sudah satu jam aku mengalami rasa menggigil ini,akupun mulai tertidur karena sudah kelelahan menghadapi rasa dingin yang berasal dari tubuhku sendiri.

aku kembali terjaga sesaat kemudian,apalagi ini?tubuhku mulai merasakan panas...panas sekali.aku gerah.selimut berlapis-lapis yang aku kenakan tadi mulai aku singkirkan.badanku mulai demam.helai demi helai kain yang menutupi tubuhku mulai aku tanggalkan.tapi tetap saja tidak dapat mengobati rasa gerah yang aku rasakan.bukan, bukan karena udara sekelilingku, tapi ini berasal dari tubuhku lagi.rasa panas ini, dan rasa gerah yang aku rasakan berasal dari aliran darahku sendiri.atau jiwaku?entah.

yang jelas aku cukup menderita karena mengalami kondisi yang kontras seperti ini sekaligus.dalam satu malam.akupun mulai tertidur,karena tubuh ini terasa lelah menghadapi kegerahan dari tubuhku sendiri.

aku terbangun dari penderitaanku semalam.aku berfikir sejenak atas apa yang aku alami semalam.aku masih terbaring diatas bidang lembut.aku mencoba menggerakkan tangan kiriku.terasa sangat berat.dan aku menyadari ukurannya sudah tidak normal lagi.ia membesar disalah satu bagian.

ayah,tolong aku.ibu,kenapa tak kunjung datang?suster,dokter!siapapun itu.kamu yang ada disana.lihat aku dan cek keberadaanku.aku sedang tidak baik.

Lalu,seseorang datang,melihat-lihat keberadaanku.menghampiri sisi tubuhku.lalu dia berkata,"ternyata infusmu berhenti mengalir sejak semalam"

oh,rupanya itu! sebab dari penderitaanku semalam yang menyebabkan ketidak normalan dalam tubuhku sehingga menyebabkan tangan kiriku terasa terbuat dari besi.

"saatnya infusmu diganti,ia sudah tidak bisa mengalir lagi. Kalau kamu paksakan, tubuhmu sendiri yang akan lebih menderita."

seseorang itu melepaskan infus yang berada di tangan kiriku."tapi kamu tetap membutuhkan infus sementara ini.karena tubuhmu kekurangan cairan sangat banyak setelah apa yang telah kamu alami kemarin.ini akan sangat terasa sakit.tapi hanya sebentar"

lalu, ia membawa jarum dengan ukuran yang cukup besar.
"untuk dapat melubagi uratmu"begitu katanya.
tanpa tedeng aling-aling,ia memegang tanganku, lalu menancapkan jarum tersebut di bagian urat naditangan kananku.

aku kesakitan.sangat dahsyat.aku berteriak.tapi tidak bersuara.hanya mataku meringis dan mengeluarkan cairan bening.seperti yang seseorang itu katakan.ini hanya sebentar.rasa sakit ini hanya akan aku rasakan sebentar.lalu, dalam sekejap,dia memberikan infus baru untuk tubuhku.di tangan yang baru.dan nafasku perlahan mulai menemukan iramanya.

"biarkan kedua tanganmu beristirahat.biarkan tubuhmu rileks.biarkan jiwamu tenang"dia berbicara padaku sambil tersenyum.

"Anda siapa?"


Tidak ada komentar: