sungguh , saya tidak ingin mengganggu, saya sedang mencari-cari tulisan yang saya buat dua eh tiga hari yang lalu. tentunya, seperti sahabat saya bilang, dengan proses rumit, tapi malah mengjasilkan yang sederhana, tak apa. saya cukup senag bermain-main dengan hal tersebut. kalau begitu, mari saya aduk-aduk dulu buah pikiran saya yang tertulis kemarin.
Mana? mana? sebentar... sabar.. tidak usah dibawa terlalu serius... untuk tulisan ini pun begitu...
***
tidak, tentu tidak serumit itu.
perasaan ini sebenarnya bersifat sederhana. Ia tumbuh atas karunia dan anugrah dari Tuhan. Tapi kadang manusia membawa semua ini menjadi rumit, ketika Ia bercampur dengan emosi dan pikiran. emosi manusia yang membuat perasaan tersebut tidak menjadi murni lagi. dan pikiran manusia yang membuatnya menjadi serba berlebihan. hingga akhirnya menjadikan perasaan tersebut menjadi tinggi hati dan keliru. dan muncul pihak yang merasa tersakiti.
padahal tidak serumit itu. berfikirlah secara jernih. manusia hanya membutuhkan untuk menengok sedikit lebih dalam ke dalam hatinya. apa kabar Ia disana? tentunya Ia ingin segera keluar dengan pesona kejernihannya dan ketulusannya. ketika jiwamu terasa lapang dan lagi tentram. kamu akan merasakan kenikmatannya dalam mengalami perasaan tersebut. hatimu dan hatinya hanya perlu berbicara satu sama lain dengan pikiran dan emosi yang lagi jernih. tenang... tentram...
Ia begitu sederhana dan lapang. seperti ketika kita mencoba untuk menutup mata dan merasakan kehadiran langit jernih yang begitu luas terbentang di sekeliling kita.
Pilihan yang terbentang dihadapan kita ketika anugrah tersebut diturunkanNya, tentu menjadi titik rupa dari visual perasaan tersebut. Entah memilih untuk menyiraminya hingga Ia tumbuh menjadi subur, atau membiarkannya hingga Ia lama kelamaan layu dan mati.
Itulah. Setiap manusia mempunyai bunga keindahannya masing-masing. jauh di dalam hati. Ia tumbuh dengan murni dan sejuk. Jangan terkecoh dengan bunga-bunga yang tumbuh hanya dipermukaan hati saja. Ia bisa saja menipu dengan keindahannya. ayolah, coba tutup mata, dan rasakan jauh kedalam hati. apa rasa ini harus kita campur dengan segala elemen-elemen yang dapat merusak kemurniannya?
kenapa kita tidak mencoba untuk menyederhanakan saja? karena, Ia tumbuh begitu sederhana dan rendah hati.
cukup dengan ucapan sederhana yang muncul dari dalam hati yang terdalam, dekat dengan nurani.
"Aku cinta kamu"
"Aku juga"
"kalau begitu, ayo kita jalan bersama"
=)
lalu, apa yang harus ditakutkan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar