langkahnya terdengar samar. tap tap tap... ia mengendap-ngendap seperti pencuri di siang bolong. tak usah ia lirik kanan kiri, atau tengok depan belakang. ia bergerak perlahan namun pasti. tahu mana arah yang ditujunya.
lalu ia pasang perangkap banyak sekali. entah setiap sudut atau bisa juga bertebaran dengan acak. sehingga kita harus jinjit dan berjalan hati-hati sekali. itu bila kita tak mau terkena jebakannya.
tapi manusia, ada saja yang merasa senang dan menikmatinya, walaupun seluruh badannya terjepit oleh perangkap itu. melangkahpun menjadi sulit. ia hanya terdiam di tempat itu. satu tempat. menikmati atas siksaan terhadap diri. sinting.
...trrrrrrrrrrtttttttttt...
gulungan roll berputar meliuk-liuk. memberikan berkas-berkas suatu adegan...
tek..tek..tek..tek..
slide demi slide saling menerobos...
klekklekklekklek...
ada dia yang selalu menciumi barang-barang pemberianmu.
ada dia dengan adegan merekam dirimu ketika sedang berjalan turun tangga.
ada dia sedang berbicara beberapa patah kata yang membuatmu tergetar di atas satu balkon sekolah.
ada dia yang sedang bersamamu ketika bunga berguguran pada suatu taman.
ada dia yang mengirimu lagu-lagu romantis untuk kamu perdengarkan.
ada dia yang membawakanmu sekotak makanan untuk kamu nikmati.
ada dia yang bersamamu bermain pancuran air ketika hujan turun.
ada dia yang menyelimutimu ketika kamu kelelahan dan butuh istirahat.
brrrrrkkkkkkkk...slide bergerak dengan cepat. semakin cepat. kamu sadar kamu sudah masuk perangkap yang ia siapkan di sudut pikiranmu. dan ia diremehkan oleh kamu si pemilik raga.
semakin kamu menghindar, semakin hebatlah si pencuri ingatan itu. pikiranmu dikuasainya! dan itulah puncak kejayaannya. dan akhirnya ragamu mulai bereaksi. mengeluarkan cairan dari bagian kepalamu yang paling lunak yang mendekati otak.
tes...tes...tes...
pipimu basah.
pandanganmu nanar.
nafasmu tertahan.
"kenangan sialan!!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar